

inNalar.com – Pemerintah akan membangun sebuah bendungan yang akan menyatukan dua provinsi di pulau jawa sekaligus, yakni proyek Bendungan Gerak Karangnongko.
Bendungan Gerak Karangnongko akan dibangun di perbatasan provinsi antara Blora, Jawa Tengah dan juga Bojonegoro, Jawa Timur.
Bendungan Gerak Karangnongko tersebut nantinya akan membendung Sungai Bengawan Solo yang terletak di Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan.
Bengawan Solo sendiri merupakan sungai terbesar yang ada di Pulau Jawa yakni memiliki luas mencapai 16,100 kilometer persegi.
Bendungan Gerak Karangnongko sebenarnya sudah sempat direncanakan, namun tertunda akibat pandemi covid-19 dan akan dilanjutkan pembangunannya pada tahun 2024 mendatang.
Nantinya pada tahun 2023 ini, proyek pembangunan bendungan ini akan dilakukan pembebasan lahan terlebih dahulu, dan mempunyai target rampung pada 2026.
Baca Juga: Mrs Ten Percent, Apa Benar Sosok Ibu Tien Adalah Istri Sekaligus Kekuatan Terbesar Bagi Soeharto?
Dilansir inNalar.com dari laman situs Pemkab Blora, Proyek pembangunan Bendungan ini masuk kedalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan dana yang bersumber dari kementerian PUPR.
Dengan adanya bendungan ini nantinya akan berdampak pada 5 desa diantaranya Mendenrejo, Ngrawoh, Nginggil, Ngeblak, dan Megeri yang semaunya berlokasi di Wilayah Kecamatan Kradenan.
Proyek Pembangunan Bendungan paket 2 ini nantinya akan dikerjakan secara kerja sama oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama dengan PT Bangkit Berkah Perkasa dan PT Kelman Infra Pratama.
Adapun nilai investasi yang berasal dari anggaran APBN dalam proyek pembangunan bendungan ini yaitu sebesar Rp488 miliar.
Bendungan Gerak Karangnongko ini nantinya akan memiliki luas genangan sekitar 1.026,55 hektar dengan kapasitas tampung sebesar 59,1 juta meter kubik
Nantinya bendungan ini akan menyediakan air baku sebesar 1.155 liter per detik yang akan mengairi ke empat wilayah, diantaranya Kabupaten Bojonegoro, Ngawi, Tuban, Jawa Timur, dan Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Pada proyek pembangunan nya juga Bendungan ini akan menyuplai air irigasi di sekitar kawasan Solo Valley Werken seluas 62 ribu hektar.
Solo Valley Werken sendiri merupakan program pembuatan jaringan irigasi serta pembangunan pengendali banjir yang telah dilakukan sejak zaman pemerintahan Hindia Belanda dan sudah membentang dari Bojonegoro, Tuban, gresik hingga Surabaya.
Pemerintah berharap dengan adanya bendungan ini akan dapat bermanfaat bagi irigasi pertanian, peningkatan air muka tanah, penyediaan air bersih hingga pengurangan terhadap potensi banjir di wilayah hilir.
Selain itu, nantinya bendungan Karangnongko ini juga akan beroperasi bersama dengan ketiga bendungan gerak di bawahnya yaitu Bendung Gerak Sembayat, Bendung Gerak Babat dan juga Bendung Gerak Bojonegoro.***