

inNalar.com – Fenomena olahraga sepak bola di Indonesia tidak terlepas dari kebanggaan negara ini yang berhasil terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2023.
Indonesia pun tidak henti untuk membangun stadion sepak bola yang diharapkan menarik perhatian dunia, sampai-sampai menghabiskan anggaran milliaran rupiah.
Meski diharapkan menjadi sarana olahraga yang membanggakan, beberapa stadion yang telah dibangun justru terbengkalai dan tidak pernah digunakan sepenuhnya.
Dilansir dari kanal YouTube @BangMiki2020, berikut adalah rangkuman 5 stadion yang dibangun dengan biaya milliaran Rupiah namun malah berakhir mangkrak:
1. Stadion Sadurengas
Stadion Sadurengas merupakan stadion 12 hektar yang dibangun di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur dan direncanakan untuk menjadi stadion sepak bola.
Setelah menelan biaya anggaran sebesar 385 milliar Rupiah, pembangunan stadion yang dikatakan dimulai sejak 2013 hingga 2015 ini dihentikan karena memiliki utang.
Baca Juga: Padahal Dulu Ramai, Sekarang Wahana Wisata Ini Tinggal Kenangan, Ada yang Kamu Tahu?
Alokasi anggaran untuk stadion ini dipotong karena Pemkab Paser harus membayar utang daerah sebesar Rp 90 miliar. Sehingga, stadion ini hanya selesai satu tribun saja.
2. Stadion Utama Riau
Stadion Utama Riau berlokasi di Pekanbaru, Riau dibangun dengan anggaran sebesar 1,18 triliun Rupiah.
Stadion ini sempat menjadi tempat pembukaan PON 18 pada tahun 2012 dan tempat kualifikasi Kejuaraan Piala Asia U-23 di tahun 2013.
Namun, pada tahun 2019 diketahui stadion ini mengalami kerusakan di berbagai sudut dan tidak pernah terurus lagi. Mirisnya, kabar mengatakan tempat ini menjadi tempat para remaja berbuat mesum.
3. Stadion Palaran
Stadion Palaran menjadi tempat bersejarah bagi Kalimantan Timur karena pernah dipakai untuk menyelenggarakan PON 2008.
Namun, stadion yang dibangun dengan anggaran sebesar 800 milliar Rupiah tersebut rupanya tidak pernah dipakai lagi selain untuk pertandingan persahabatan.
Kemegahan stadion yang disebut-sebut lebih megah dari GBK dan kualitas rumput yang sangat baik itu, sekarang benar-benar terlihat tidak terawat.
4. Stadion Aceh Tamiang
Pembangunan Stadion Aceh Tamiang ini menggunakan dana onotomi daerah dengan anggaran sebesar 3 milliar Rupiah, dibangun mulai 2009 dan terus bertahap.
Rupanya, pembangunan stadion ini terhenti karena kurangnya anggaran untuk membangun seluruh stadion, sehingga stadion ini menjadi terlantar dan saat ini dijadikan tempat menggembala ternak.
Namun, dilansir dari website pemerintah Aceh, PJ Bupati sedang mengusulkan untuk meneruskan pembuatan stadion ini, dengan tujuan meningkatkan pelayanan publik.
5. Stadion Mangunreja
Yang terakhir merupakan stadion yang berlokasi di Jawa Barat tepatnya Tasikmalaya, yaitu Stadion Mangunreja.
Pembangunan stadion ini memakan biaya sebesar 220 milliar Rupiah dengan target PON yang diselenggarakan di Jawa Barat pada tahun 2016.
Namun, dana untuk membangun stadion seluas 2 hektar tersebut hanya turun sebesar 70 milliar Rupiah, menjadikan pemerintah tidak melanjutkan pembangunan dari stadion tersebut.
Kegagalan pembangunan dan penggunaan stadion-stadion mewah ini menjadi sebuah cerminan yang memprihatinkan tentang pengelolaan dana publik proyek infrastruktur di Indonesia.
Dengan memperhatikan pelajaran dari kasus ini, diharapkan pemerintah dapat lebih berhati-hati dalam menggunakan dana rakyat untuk menghindari kerugian serupa di masa mendatang.***