Habiskan Dana Senilai Rp60 Miliar, Pabrik Baru PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk di Surabaya Ini Belum Beroperasi Meski Telah Rampung

inNalar.com – PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk atau GDST merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri penggilingan pelat baja canai panas.

Dilansir inNalar.com dari laman gunawansteel.com, PT Gunawan Dianjaya Stell memulai kegiatan produksi komersial sejak akhir tahun 1993 guna melayani pasar ekspor dan domestik.

Sejak awal didirikan, perusahaan ini terus berupaya untuk mewujudkan komitmen atas pertumbuhan melalui inovasi berkelanjutan.

Baca Juga: Reduksi Emisi 104.000 Ton CO2e, Proyek PLTS Kapasitas 50 MW di IKN Kalimantan Timur Ternyata Telan Biaya Jumbo, Gunakan Sistem Kabel Tak Terlihat?

Hingga kini, GDST merupakan salah satu industri rolling mill plat baja yang terkemuka di kawasan ASEAN.

Hal tersebut terbukti dari dibangunnya pabrik baru di Margomulyo, Surabaya, Jawa Timur.

Rencananya, pabrik plate mill II ini akan memiliki kapasitas sebesar 1 juta pelat baja per tahun.

Baca Juga: Kuras Rp253,2 Miliar, PUPR Kebut Penataan KSPN Borobudur Tahap 2 di Jawa Tengah, Bakal Punya Kampung Seni dan Museum?

Sementara itu, hingga kini PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk memiliki kapasitas produksi terpasang sebesar 400.000 ton per tahun.

Maka dari itu, tak heran bila perusahaan ini rela mengucurkan anggaran yang tidak sedikit.

Diketahui bahwa GDST telah menganggarkan belanja modal atau capital expenditure senilai Rp60 miliar.

Baca Juga: Media Vietnam ‘Panas Dalam’ Sebut Lolosnya Timnas Indonesia ke Babak 16 Besar Piala Asia 2023 Dibantu Dewi Fortuna

Sebagian besar dana tersebut digunakan oleh perusahaan untuk pengerjaan plate mill II ini.

Sebagai informasi, pabrik ini sebenarnya telah selesai pada Agustus 2023.

Meski telah rampung, pabrik plate mill II milik PT Gunawan Dianjaya Steel ini belum beroperasi.

Baca Juga: Prediksi Las Palmas vs Real Madrid di Liga Spanyol 2023-2024: Los Blancos Dibayang-bayangi Rekor Apik Lawan

Hal tersebut dikarenakan untuk instalasi permesinan baru mencapai 90 persen.

Pabrik tersebut melakukan uji coba tanpa bahan baku (cold trial) pada November-Desember 2023.

Kemudian, untuk ujicoba dengan bahan baku (hot trial) pada Januari-Maret 2024. ***

 

Rekomendasi