Habiskan Dana Rp2,2 Triliun, Jalan Tol AP Pettarani di Makassar Ini Raih Penghargaan Internasional

inNalar.com – Jalan Tol AP Pettarani Makassar adalah proyek unggulan di Sulawesi Selatan.

Jalan tol AP Pettarani menghubungkan jalur pusat perekonomian, kawasan industri dan pusat perkantoran di Kota Makassar.

Hal tersebut dapat menunjang kelancaran roda perkonomian melalui pelayanan jasa dan distribusi logistik.

Baca Juga: Melibatkan Lebih dari 2.000 Pekerja, Proyek Tol di Makassar Ini Tidak Dilakukan Pembebasan Lahan, Kok Bisa?

Tol ini juga diharapkan bisa mengurai kemacetan lalu lintas yang selama ini terjadi di kawasan tersebut.

Selain itu, dapat mengurami waktu tempuh dikarenakan para pengendara tidak perlu melewati banyak persimpangan yang sering mengalami kemacetan.

Dalam proses pembangunannya, proyek ini menggandeng berbagai mitra lokal maupun internasional yang berkompeten di bidangnya.

Baca Juga: Rela Bayar Mahal Rp800 Miliar Guna Pengadaan Tanah, Proyek Tol Semarang Solo Ini Masih Dapat Protes dari Warga, Kenapa?

Hal ini juga merupakan salah satu kontribusi pihak swasta dalam pembangunan infrastruktur nasional.

Jalan layang tol AP Pettarani mulai dioperasikan pada tahun 2021.

Untuk merealisasikan proyek ini, pemerintah merogoh kocek sebesar Rp2,2 triliun.

Baca Juga: Bukan di Gotthard Swiss, Gerbang Tol Salatiga Tawarkan Panorama Indah Berlatarkan Gunung Merbabu

Setelah diresmikan, jalan tol layang ini mendapat penghargaan internasional.

Dilansir inNalar.com dari Kementerian PUPR, jalan tol ini mendapatkan penghargaan internasional “2nd Mino Best Project Award” untuk kategori jalan dengan volume tinggi (high-volume road category).

Acara penghargaan tersebut dilaksanakan beberapa waktu lalu secara virtual oleh Road Engineering for Asia dan Australasia (REAAA) di Manila pada September 2021.

Baca Juga: Diresmikan pada Tahun 2015, Jalan Tol Terpanjang di Jawa Barat Ini Dipertanyakan Kelayakannya, Kenapa?

Penghargaan yang diberikan karena keunikan selama pelaksanaan konstruksi Jalan Tol Layang AP Pettarani dengan menerapkan konsep design and build (rancang dan bangun) sekaligus penggunaan teknologi mutakhir bidang konstruksi.

Uniknya, selain itu juga dilakukan inovasi perencanaan dan pelaksanaan yang baru diterapkan pertama kali di Indonesia.

Contohnya, penggunaan Aluma System untuk pekerjaan pier-head dan pekerjaan utama superstruktur yang menggunakan erection box girder span by span dengan balance launching gantry.

Baca Juga: 4 Daerah Aceh Ini Siap Terciprat Berkah Usai PSN Jalan Tol Rp21,78 Triliun Gak Jadi Terseok: Ada yang Sudah Dilirik Australia

Selain itu, juga telah dilakukan pemasangan teknologi mutakhir berupa Structural Health Monitoring System (SHMS) di Jalan Tol A.P Pettarani.

Teknologi ini memberikan peran penting untuk mengetahui kondisi struktur jalan tol layang.

Diberikannya penghargaan internasional pada Jalan Tol layang A.P Pettarani, selain memberikan peran penting dalam peningkatan perekonomian di Kota Makassar dan sekitarnya, namun juga berdampak positif bagi lingkungan.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]