

inNalar.com – Semarang merupakan salah satu kota dan menjadi ibu kota Provinsi Jawa Tengah.
Sebagai ibu kota provinsi Jawa Tengah, tentunya fasilitas di kota ini sangatlah memadai dan salah satunya adalah pelabuhan.
Dilansir inNalar.com dari indonesia.travel, pelabuhan di kota ini telah dibangun pada abad ke-19 oleh pemerintah Belanda.
Baca Juga: Lahir dari Kabupaten Belu, Kabupaten Seluas 1.160 Km2 di NTT Jadi Surganya Pertambangan
Pelabuhan di Semarang dikenal oleh masyarakat dengan sebutan Pelabuhan Tanjung Emas.
Dulunya, Pelabuhan Tanjung Emas difungsikan untuk mengekspor gula dan berbagai macam profuk pertanian.
Setelah Indonesia merdeka, pelabuhan ini dioperasikan oleh Pelindo sejak tahun 1985.
Baca Juga: Punya Perak Sebanyak 1,7 Juta Ton, Kabupaten Bogor Catatkan Jumlah Penduduk Miskin di Luar Nalar
Telah beroperasi puluhan tahun, Pelabuhan Tanjung Emas beberapa kali mengalami pengembangan dan salah satunya pada tahun 2017.
Pada tahun 2017, Pelindo melakukan pengembangan dan membangun dermaga baru.
Pembangunan dermaga baru ini terhambat oleh lahan kurang memadai.
Maka dari itu, pembangunan dermaga baru ini dilakukan dengan cara reklamasi di wilayah Kalibaru Barat.
Lahan di pelabuhan ini yang direklamasi mencapai seluas 22 hektar.
Pengembangan Pelabuhan Tanung Emas di Semarang ini diperlukan untuk mengantisipasi lonjakan pengiriman peti kemas.
Pengembangan ini akan melalui dua tahapan dimana tahap pertama reklamasi lahan.
Untuk reklamasi lahan sendiri, pemerintah menganggarkan biaya sebesar Rp150 miliar.
Kemudian, pada tahap kedua dibangun dermaga dan gudang-gudang.
Secara keseluruhan, lahan yang akan digunakan untuk pengembangan ini mencapai 104 hektar.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi