

inNalar.com – Sulawesi Utara memiliki topografi wilayah yang dilalui oleh beberapa sungai yang bermuara ke laut, salah satunya ialah Sungai Girian di Kota Bitung.
Oleh karena itu, kebutuhan akan adanya jembatan penghubung dua wilayah yang dipisahkan oleh aliran sungai di Kota Bitung menjadi agenda yang cukup penting bagi Pemrov Sulawesi Utara bersama Kementerian PUPR.
Kabar menggembirakan dan membahagiakan bagi warga Kelurahan Manembo-nembo dan Kelurahan Girian Bawah, Bitung, Sulawesi Utara.
Pasalnya, kini para pelajar yang hendak berangkat sekolah tak perlu lagi harus memutar jauh untuk mencari lintasan jembatan ataupun jalan lainnya untuk menyeberangi jurang, bukit, maupun sungai Girian yang membentang sepanjang 17,5 kilo meter di Kota Bitung, Sulawesi Utara.
Kehadiran jembatan gantung di salah satu kelurahan di Kota Bitung ini benar-benar dirasakan langsung manfaatnya oleh warga sekitar.
Di balik pembangunan lintasan penghubung Manembo-nembo dan Girian Bawah ini, ternyata ada awal mula khusus terkait keberadaan jembatan ini.
Baca Juga: Menakjubkan! Keindahan Pantai Alor Nusa Tenggara Barat Jadi Spot Menyelam Terbaik di Dunia?
Jembatan gantung Merdeka ini rupanya merupakan hadiah dari BPJN Kementerian PUPR untuk Provinsi Sulawesi Utara.
Hadiah jembatan gantung ini diberikan kepada Kota Bitung, karena prestasi yang berhasil ditorehkan Pemkot Bitung pada tahun 2021 saat adanya perlombaan Hari Jalan.
Pencapaian inilah yang kemudian mewujudkan jembatan gantung Merdeka ini ada dan telah berdiri kokoh pada tahun 2022.
Baca Juga: Di Balik Amalan pada Hari Asyura, Ada Kisah Pilu yang Terjadi Tanggal 10 Muharram
Adapun biaya pembangunan jembatan gantung Merdeka Manembo-nembo Kota Bitung ini nilainya mencapai Rp 4,1 miliar.
Spesifikasi jembatan gantung di Kota Bitung ini terbuat dari baja kokoh, dengan detail panjangnya 42 meter serta lebarnya mencapai 1,8 meter.
Proses pembangunan jembatan gantung Merdeka Manembo-nembo Bitung ini tidak memakan waktu yang lama, hanya sekitar 5 bulan saja.
Program infrastruktur kerakyatan yang diselenggarakan oleh BPJN Kementerian PUPR ini perlu terus dilanjutkan.
Pasalnya, masih banyak daerah pelosok di Sulawesi Utara yang memiliki topografi wilayah yang cukup ekstrem dan beragam, mulai dari perbukitan, jurang, hingga aliran sungai yang deras.
Harapannya program hadiah jembatan gantung ini bisa terus berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh setiap sudut masyarakat di kota Bitung dan berbagai daerah di Provinsi Sulawesi Utara.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi