

inNalar.com – Bandar Udara Jenderal Soedirman (JB) Soedirman dibuka sebagai bandara komersial di Purbalingga, Jawa Tengah.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan bahwa hal itu menjadi sejarah panjang yang sudah puluhan tahun diharapkan.
Dengan dijadikannya sebagai bandara komersial, Presiden Jokowi berharap hal ini dapat berkontribusi dalam menumbuhkan ekonomi di Jawa Tengah.
Tidak hanya Purbalingga saja, tetapi untuk daerah lain juga seperti Banyumas, Cilacap, dan daerah lain. Sehingga mobilitas orang, barang, serta logistik menjadi lebih baik.
Landasan pacu yang dimiliki bandara JB Soedirman sepanjang 1.600 meter dengan lebar 30 meter.
Anggaran dana yang dihabiskan untuk pembangunan bandara JB Soedirman menggunakan APBN kurang lebih Rp. 350 miliar.
Bukan mangkrak, melainkan penerbangan di bandara JB Soedirman sempat terhenti karena pandemi Covid-19.
Namun setelah pandemi Covid-19 mereda, bandara JB Soedirman kembali melayani penerbangan komersialnya.
Seiring berjalannya waktu, bandara JB Soedirman membuka pelayanan penerbangan feeder umrah di Agustus 2023.
Hal ini dibahas oleh Menteri Perhubungan Budi Karya dalam rapat koordinasi optimalisasi pengoperasian bandara JB Soedirman.
Bandara JB Soedirman melakukan penerbangan perdana untuk jemaah umrah pada 26 Agustus 2023 yang dilakukan oleh maskapai Citilink.
Dengan penerbangan tersebut dapat memangkas waktu tempuh para jemaah umrah dari Purbalingga ke Bandara Halim Perdana Kusuma.
Terdapat 48 jemaah umrah yang menggunakan maskapai Citilink menuju bandara Halim Perdana Kusuma, yang dilanjutkan menggunakan bus untuk sampai ke bandara Soekarno-Hatta.
Dilihat dari akun instagram @jbsoedirmanairport pada 6 September 2023, jemaah umrah telah datang kembali ke tanah air dengan selamat.
Kedatanag para jemaah umrah pemberangkatan pertama tersebut bersama bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi.***