

inNalar.com – Sulawesi Utara memiliki bentang alam yang dilintasi oleh sungai besar, khususnya di daerah Manado setidaknya ada enam sungai yang melintas di kota tersebut.
Tentu ingatan mengenai bencana banjir bandang pada 2014 lalu menjadi catatan penting bagi Pemprov Sulawesi Utara untuk mencegah agar kejadian tersebut tak terulang kembali di Manado.
Salah satu upaya Pemprov Sulawesi Utara bersama dengan Kementerian PUPR ialah dengan membangun bendungan raksasa di daerah Minahasa Utara.
Baca Juga: Unik! Kokoh Sejak 2007, Masjid di Lampung Ini Dibangun di Atas Awan: Sudah Tahu Belum?
Bendungan raksasa ini termasuk dalam proyek pembangunan termahal di Sulawesi Utara.
Bagaimana tidak, biaya konstruksi bendungan termahal ini menelan anggaran hingga Rp 1,9 Triliun.
Meski biayanya cukup fantastis untuk pembangunan bendungan, penanganan banjir di Manado dan sekitarnya lah yang memacu terwujudnya bendungan termahal di Sulawesi Utara ini.
Hanya berjarak sekitar 17 kilo meter dari pusat kota Manado, bendungan raksasa Sulawesi Utara ini berada dan kemudian dinamakan dengan Kuwil Kawangkoan.
Bendungan Kuwil Kawangkoan berada di Minahasa Utara dan telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 19 Januari 2023.
Bendungan termahal di Sulawesi Utara ini akhirnya rampung digarap setelah sebelumnya dibangun mulai tahun 2016.
Tujuan utama keberadaan bendungan termahal di Sulawesi Utara ini sebenarnya ialah untuk mengendalikan banjir di kota Manado.
Uniknya, bendungan ini terhubung dengan Sungai besar yang melintasi wilayah Manado dan Danau Tondano.
Bendungan termahal di Sulawesi Utara ini memiliki daya tampung yang cukup besar, yaitu sekitar 23,4 juta meter kubik.
Adapun luas cakupan genangan bendungan Kuwil Kawangkoan ini bisa sampai 139 hektare.
Tidak cukup sekadar dijadikan penampungan air, pengairan irigasi lahan, dan pengendali banjir saja.
Bendungan raksasa di Minahasa Utara, Sulawesi Utara ini rupanya berada satu kawasan dengan cagar budaya Waruga.
Pada kawasan cagar budaya Waruga terdapat situs purbakala yang diperkirakan sudah ada sejak tahun 1500-an sebelum masehi.
Situs purbakala waruga yang bisa pengunjung lihat di sana ialah sistem kuburan yang ada pada zaman megalitikum.
Jadi, tak hanya menikmati pemandangan alam dan perairan di sekitar bendungan raksasa Kuwil Kayangan di Minahasa Utara, Sulawesi Utara.
Tapi destinasi wisata bersejarah juga bakal jadi pilihan yang menyenangkan untuk menyempurnakan penjelajahan wilayah bendungan yang berada di Minahasa Utara dan sekitarnya.***