Habiskan Dana Rp 1,3 Triliun, SPAM Bandar Lampung Malah Rugi Rp 12 Miliar Lebih! Kok Bisa?

inNalar.com – Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) merupakan salah satu fasilitas penting bagi masyarakat Indonesia.

Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dibangun dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan air minum yang layak bagi masyarakat.

Tiap-tiap daerah di Indonesia ini memiliki fasilitas SPAM mereka masing-masing.

Seperti salah satu daerah di Lampung ini misalnya. Daerah tersebut adalah ibu kota Lampung, Bandar Lampung.

Baca Juga: Habiskan Dana Rp 23,5 M, Jalan Dua Jalur yang Dibangun Pemkab Tubaba Lampung Ini Miliki 4 U-Turn

Proyek SPAM Bandar Lampung memulai pembangunannya pada tahun 2020.

SPAM Bandar Lampung merupakan salah satu proyek strategis negara (PSN).

Proyek ini merupakan hasil kerja sama antara Pemkot Lampung melalui PDAM Way Rialu dengan PT Adhya Tirta Lampung.

Pembangunan SPAM Bandar Lampung ini menghabiskan total dana sekitar Rp 1,3 triliun.

Baca Juga: Ciptakan Transisi Energi Kendaraan Listrik Menjadi Transportasi Utama dalam KTT ASEAN 2023 di Jakarta

Total dana tersebut diperoleh dari lima sumber yang berbeda.

Sumber pertama adalah dari badan usaha dengan total Rp 485 miliar.

Kemudian, yang kedua adalah dari APBN Kementrian PUPR senilai Rp 300 miliar.

Sumber dana yang ketiga adalah dari APBD Kot Bandar Lampung dengan total Rp 150 miliar.

Terakhir, sumber dana berasal dari BUMD dengan total sekitar Rp 131 miliar.

Baca Juga: FDI Tembus hingga Rp 3.407 Triliun! Banyak Investor Asing Tertarik Investasi ke ASEAN, Berikut Alasannya

SPAM Bandar Lampung ini dikatakan menyuplai air bersih ke PDAM Way Rilau dan akan memasok air minum ke 60.000 Sambungan Rumah (SR).

Dari total tersebut dapat dirincikan dengan 4.462 SR di Kec. Rajabasa, 8.836 SR di Way Halim, 5.990 SR di Tanjung Senang, dan 9.337 SR di Sukabumi.

Selanjutnya adalah 5.770 SR di Labuhan Ratu, 4.406 SR di Kedaton, 8.092 SR di Sukarame, serta 6.388 SR di Kedamaian.

Proyek dengan total dana Rp 1,3 triliun ini diharapkan dapat meningkatkan layanan air minum dari 30% menjadi 60%.

Baca Juga: Gulung Tikar Usai Berdiri Selama 31 Tahun, Pabrik di Banten Ini PHK 1.163 Karyawan, Disnaker Akan Beri…

Namun, pada kenyataannya, proyek SPAM Bandar Lampung ini malah merugi.

Tidak tanggung-tanggung, kerugiannya pun mencapai total Rp 12 miliar pada tahun 2021.

Salah satu penyebab dari kerugian ini adalah karena pemasangan Sambungan Rumah (SR) tidak sesuai target.

Pada tahun pertama, target pesamangan SR mencapai 14.000. Namun, yang terpasang hanya sekitar 4.934 SR saja.

Baca Juga: Berdiri Sejak 2006, Sekolah Mewah Milik Pabrik Gula Terbesar di Lampung Ini Ternyata Dibangun Khusus Untuk…

Pada tahun 2021, tagihan air curah per bulannya mencapai Rp 2 miliar.

Namun, pihak SPAM Bandar Lampung hanya mampu membayar sebanyak Rp 500 juta.

Karenanya, jumlah hutang terus menumpuk sampai akhir tahun 2021.

Bisa dikatakan kalau proyek SPAM Bandar Lampung ini sudah rugi hingga lebih dari Rp 12 miliar.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]