

inNalar.com – Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) merupakan salah satu fasilitas penting bagi masyarakat Indonesia.
Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dibangun dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan air minum yang layak bagi masyarakat.
Tiap-tiap daerah di Indonesia ini memiliki fasilitas SPAM mereka masing-masing.
Seperti salah satu daerah di Lampung ini misalnya. Daerah tersebut adalah ibu kota Lampung, Bandar Lampung.
Baca Juga: Habiskan Dana Rp 23,5 M, Jalan Dua Jalur yang Dibangun Pemkab Tubaba Lampung Ini Miliki 4 U-Turn
Proyek SPAM Bandar Lampung memulai pembangunannya pada tahun 2020.
SPAM Bandar Lampung merupakan salah satu proyek strategis negara (PSN).
Proyek ini merupakan hasil kerja sama antara Pemkot Lampung melalui PDAM Way Rialu dengan PT Adhya Tirta Lampung.
Pembangunan SPAM Bandar Lampung ini menghabiskan total dana sekitar Rp 1,3 triliun.
Total dana tersebut diperoleh dari lima sumber yang berbeda.
Sumber pertama adalah dari badan usaha dengan total Rp 485 miliar.
Kemudian, yang kedua adalah dari APBN Kementrian PUPR senilai Rp 300 miliar.
Sumber dana yang ketiga adalah dari APBD Kot Bandar Lampung dengan total Rp 150 miliar.
Terakhir, sumber dana berasal dari BUMD dengan total sekitar Rp 131 miliar.
SPAM Bandar Lampung ini dikatakan menyuplai air bersih ke PDAM Way Rilau dan akan memasok air minum ke 60.000 Sambungan Rumah (SR).
Dari total tersebut dapat dirincikan dengan 4.462 SR di Kec. Rajabasa, 8.836 SR di Way Halim, 5.990 SR di Tanjung Senang, dan 9.337 SR di Sukabumi.
Selanjutnya adalah 5.770 SR di Labuhan Ratu, 4.406 SR di Kedaton, 8.092 SR di Sukarame, serta 6.388 SR di Kedamaian.
Proyek dengan total dana Rp 1,3 triliun ini diharapkan dapat meningkatkan layanan air minum dari 30% menjadi 60%.
Namun, pada kenyataannya, proyek SPAM Bandar Lampung ini malah merugi.
Tidak tanggung-tanggung, kerugiannya pun mencapai total Rp 12 miliar pada tahun 2021.
Salah satu penyebab dari kerugian ini adalah karena pemasangan Sambungan Rumah (SR) tidak sesuai target.
Pada tahun pertama, target pesamangan SR mencapai 14.000. Namun, yang terpasang hanya sekitar 4.934 SR saja.
Pada tahun 2021, tagihan air curah per bulannya mencapai Rp 2 miliar.
Namun, pihak SPAM Bandar Lampung hanya mampu membayar sebanyak Rp 500 juta.
Karenanya, jumlah hutang terus menumpuk sampai akhir tahun 2021.
Bisa dikatakan kalau proyek SPAM Bandar Lampung ini sudah rugi hingga lebih dari Rp 12 miliar.***