

InNalar.com – Pembangunan flyover sangat dinanti-nanti oleh Masyarakat Sidoarjo Jawa Timur.
Infrastruktur flyover Aloha Sidoarjo menjadi salah satu sarana mengurangi kemacetan yang parah di Sidoarjo.
Adanya flyover Aloha, diharapkan Masyarakat dapat menggerus efisien berbagai macam kegiatan.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan dibangunnya flyover ini dapat memperlancar konektivitas.
Ia mengatakan bahwa nantinya konektivitas pada jasa, benda, logistik maupun manusia akan menjadi lebih efisien.
Melalui percepatan dan memperlancar konektivitas tersebut, ia berharap akan meningkatkan laju ekonomi di wilayah sekitar.
Proyek ini memiliki 540 hari progress pelaksana yang dimulai pada tanggal 01 November 2022.
Dilihat dari jumlah harinya, progres pembangunan flyover ini perkirakan akan selesai pada 23 April 2024.
Flyover Aloha sendiri memiliki dua lajur jalan yang tengah digarap untuk saat ini.
Baca Juga: Habiskan Dana Rp 350 Miliar, Bandara di Purbalingga Ini Layani Feeder Umroh 2023, Sempat Mangkrak?
Adapun yang dimaksud yaitu akses jalan dari Bandara Juanda menuju ke Sidoarjo dengan panjang 434 Meter.
Lalu akses jalan dari Sidoarjo menuju ke Surabaya dengan panjang 423 Meter.
Flyover Aloha Sidoarjo ini sekarang sudah mulai berdiri kokoh dengan tahap pekerjaan struktur atas dan persiapan erection steel box Girder.
Pembangunan flyover ini diprakasai oleh salah satu perusahaan milik negara yaitu PT. Wijayakarya.
Biaya pembangunan flyover ini bersumber dari APBN (SBSN) dengan total nilai berjumlah Rp. 332,8 M.
Dikabarkan flyover ini diganti namanya dari Flyover Aloha menjadi Flyover Djuanda.
Tak lain dan tak bukan hal ini dilakukan untuk menghormati pahlawan Nasional penggagas deklarasi Djuanda dan Penggagas Pembangunan Bandara di Jawa Timur. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi