

inNalar.com – Alun-Alun merupakan lapangan terbuka yang dikelilingi jalan dan berumput yang biasa digunakan sebagai tempat wisata. Alun-alun biasanya berada di outdoor yang digunakan untuk berbagai aktivitas masyarakat.
Aktivitas-aktivitas yang biasa dilakukan di Alun-Alun seperti kumpul komunitas, piknik, olahraga, kuliner, dan sebagainya.
Berbeda dengan alun-alun pada umumnya, Alun-Alun Surabaya ini memiliki keunikan tersendiri. Alun-Alun Surabaya ini berada di bawah tanah.
Baca Juga: Satu-satunya di Kaltim, Desa Ini Unik Karena Punya Pemandangan Eropa Bak Negeri Dongeng
Pembangunannya pun membutuhkan biaya yang fantastis sebesar 80 miliar mengingat fasilitas yang disediakan juga sangat lengkap.
Bahkan Alun-Alun Surabaya yang berada dibawah tanah ini memiliki area indoor dan outdoor. Baik area indoor maupun outdoor dibuka untuk umum.
Dengan luas 3000 meter dan daya tampung orang sebesar 2000 orang menjadikan alun-alun ini menjadi ikon Surabaya yang dapat dinikmati dan menjadi tempat berbagai aktivitas khalayak umum.
Tak heran dengan dana sebesar 80 miliar, mampu menjadikan alun-alun ini terunik dan menjadi satu-satunya alun-alun bawah tanah di Indonesia.
Alun-Alun Bawah Tanah Surabaya ini terletak di pusat kota Surabaya. Tepatnya berada di Jalan Gubernur Suryo No.15, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya.
Alun-alun ini buka mulai jam 9 pagi hingga jam 10 malam. Dengan biaya tiket masuk gratis.
Baca Juga: 5 Wilayah Tersejuk Sewaktu Musim Hujan di Kalimantan Timur, Balikpapan Termasuk?
Letaknya yang berada dibawah tanah, menjadikan aktivitas yang dapat dilakukan di alun-alun ini berbeda dengan alun-alun biasanya. Fasilitasnya pun berbeda dengan alun-alun biasanya.
Untuk masuk ke area indoor alun-alun ini menggunakan eskalator. Dimana berbeda dengan alun-alun biasanya yang harus jalan kaki.
Di area indoor telah menggunakan AC sehingga sangat sejuk. Konsep ini cocok dengan kota Surabaya yang cenderung panas.
Alun-Alun Bawah Tanah bagian indoor ini seperti museum. Terdapat banyak foto-foto, lukisan perjuangan, dan lukisan pelukis terkenal yang dipajang di dalam alun-alun.
Banyak benda-benda peninggalan bersejarah yang dipajang di alun-alun ini. Seperti cangkir dan piring bersejarah. Terdapat juga area pameran seni, panggung pertunjukan, dan arena skateboard. Yang dapat digunakan oleh masyarakat umum.
Banyak spot foto instagramable juga di alun-alun ini. Karena bangunan di alun-alun ini didesain estetik.
Untuk area outdoor berada diluar bukan dibawah tanah. Sehingga tetap dapat digunakan untuk beraktivitas lain secara lebih terbuka.
Alun-alun ini menjadi lebih banyak fungsi untuk menikmati seni, belajar sejarah, pertunjukan, bersosial, dan sebagainya.*** (Irma Agustiana)