

inNalar.com – Kemajuan pesat dalam zaman serta teknologi, membuat pemerintah Indonesia ingin terus menerus membangun negara ini menjadi lebih maju.
Tidak terkecuali Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yang berencana membangun pusat peluncuran roket di Biak, Papua.
Dikatakan, pembangunan Bandar Antariksa di Bumi Cendrawasih tersebut menjadi yang pertama di Indonesia.
Diketahui, rencana ini sudah ada sejak tahun 1980-an, di mana LAPAN memiliki tanah seluas 100 hektar di Desa Saukobye, Distrik Biak Utara, yang menjadi pusat peluncuran roket.
Belum lama ini, LAPAN hanya memiliki satu tempat peluncuran roket di Pantai Sontolo, Kabupaten Garut, Jawa Barat, namun sudah padat penduduk.
Hal ini membuat pihak LAPAN memerlukan lokasi yang lebih strategis, cocok, serta aman untuk peluncuran roket.
Fasilitas yang akan dibangun di Biak berupa pusat peluncuran roket sonda tingkat dua dengan infrastruktur berbasis mobile system.
Proyek ini dibiayai oleh pemerintah dan peluncuran roket direncanakan dilakukan 1-2 kali setahun, dengan total anggaran pembangunan senilai 10 triliun Rupiah.
Namun, sebagian masyarakat Biak menolak pembangunan pusat peluncuran roket karena dianggap dilakukan secara sepihak oleh pemerintah.
Kekhawatiran mereka menganggap pembangunan bandara antariksa ini akan menggusur masyarakat, menimbulkan konflik daerah, dan merusak lingkungan.
Akan tetapi, LAPAN sendiri tidak mendengarkan keluhan tersebut, karena menurut mereka pemerintah daerah dan DPRD setempat sudah setuju dengan rencana pembangunan.
Dengan adanya pembangunan bandar antariksa di Biak, diharapkan dapat memajukan perekonomian negara dan daerah setempat.
Pemerintah juga berharap pembangunan ini menjadi langkah pertama Indonesia dalam menarik investasi pembangunan pusat peluncuran roket bertaraf internasional.
Diketahui, sejumlah negara-negara lain termasuk Turki sudah menunjukkan minatnya untuk berinvestasi di bandara antariksa pertama Indonesia ini.
Proyek ini akan terus didiskusikan dan dikaji, termasuk melakukan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sebelum pembangunan dimulai.
Pemerintah pun membuat target menyelesaikan pembangunan bandar antariksa ini pada tahun 2023 atau 2024 mendatang.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi