

inNalar.com – Guna mendukung kawasan segitiga Cirebon-Patimban-Kertajati, Kementerian PUPR tengah berambisi menyelesaikan suatu bendungan di Jawa Barat.
Bendungan tersebut dikenal oleh masyarakat dengan nama bendungan Cipanas.
Pembangunan infrastruktur ini dimulai pada tahun 2018 silam dan ditargetkan rampung pada tahun 2022.
Baca Juga: Pendapatannya Naik Rp8 Triliun, Laba Bersih Raksasa Migas Ini Justru Alami Penurunan Sebesar…
Dilansir inNalar.com dari kppip, nyatanya pembangunan proyek ini masih 81,5 persen.
Sejak Mei lalu, infrastruktur ini sudah mulai digenangi air dan dengan curah hujan yang ada harapannya pada bulan oktober sudah bisa mencapai level intake.
Bendungan Cipanas secara kapasitas tak perlu diragukan karena daya tampungnya sebesar 250,81 juta m3.
Kapasitasnya 10 kali lebih besar dari bendungan Kuningan yang telah diresmikan pada 2021 lalu.
Bangunan ini dibangun melalui 3 paket pengerjaan dengan nilai kontrak yang berbeda-beda.
Paket I berupa pembangunan tubuh bendungan dengan nilai kontrak sebesar Rp972 miliar.
Paket II ditujukan untuk pembangunan infrastruktur pendukung dengan nilai kontrak sebesar Rp447miliar.
Sementara itu, untuk paket III ditujukan untuk peninggian tubuh bendungan dengan nilai kontrak sebesar Rp440 miliar.
Jika di total, dana yang dibutuhkan untuk merealisasikan infrastruktur ini mencapai sekitar Rp1,4 triliun.
Bendungan ini memiliki 4 manfaat sekaligus, pertama penyediaan air irigasi untuk daerah irigasi seluas 9.273 hektar.
Kedua, penyediaan air baku sebesar 850 liter/detik yang ditujukan bagi kawasan industri dan kebutuhan domestik masyarakat setempat.
Ketiga, jika sudah difungsikan secara penuh nanti Waduk ini dapat mereduksi banjir sampai dengan 487,75 meter kubik per detik.
Terakhir, Bendungan Cipanas ini juga memiliki potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro dengan daya 3.0 Mega Watt. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi