Habiskan Biaya 1 Juta Gulden, Masjid Megah di Medan Sumatera Utara Ini Dirancang Arsitek Belanda, Siapa?

inNalar.com – Medan merupakan salah kota di Sumatera Utara dimana banyak terdapat objek wisatanya.

Tak hanya wisata alam dan edukasi, di Medan juga terdapat salah satu masjid megah yang dijadikan salah satu wisata religi.

Masjid megah tersebut dikenal oleh masyarakat dengan nama Masjid Raya Al Mashun.

Baca Juga: Klasemen Timnas Indonesia di Grup D Piala Asia 2023: Tertahan di Peringkat 3, Adu Nasib Perebutkan Babak 16 Besar

Lokasinya berada di Jl. Mahkamah No.74c, RT.02, Mesjid, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, Sumatera Utara.

Pembangunannya dimulai pada tahun 1906 dan rampung pada tahun 1909.

Awalnya, masjid Raya Al Mashun adalah bagian dari konpleks Istana Maimun.

Baca Juga: Juventus Bakal Datangkan Rodrigo de Paul dari Atletico Madrid Seharga ‘Kacang Goreng’ di Bursa Transfer 2024

Sultan Ma’mun Ar-Rasyid selaku pemimpin Kesultanan Delu membangun masjid ini sesuai dengan prinsipnya bahwa masjid in lebih penting daripada istananya sendiri.

Dilansir inNalar.com dari cagarbudaya sumutprov, masjid dengan luas 874 m2 yang dikelilingi oleh parit dengan ukuran 50×50 cm.

Pembiayaan pembangunan masjid ini pun didanai oleh Kesultanan Deli yang nilainya sebesar 1 juta gulden Belanda.

Baca Juga: Terungkap! 2 Bomber yang Ingin Diboyong Erik ten Hag sebagai Ganti Anthony Martial di Manchester United

Selain itu, salah satu pengusaha terkaya di Medan saat itu Tjong A Fie juga ikut membantu pembiayaannya.

Uniknya, gaya arsitektur masjid ini memadukan berbagai budaya yakni terdapat unsur India, Timur Tengah, dan spanyol.

Salah satu bagian lantainya terbuat dari marmer Italia dan lampu kristal gantungnya diimpor dari Prancis.

Baca Juga: Jadi Upaya Turunkan Impor LPG, Pabrik BioCNG di Langkat Ini Bisa Kurangi 3,7 Juta Ton CO2 perTahun

Kemegahan gaya arsitektur masjid ini tidak lepas dari sang arsitek yang berasal dari Belanda.

Arsitek masjid ini adalah J.A. Tingdeman yang ditunjuk langsung oleh Sultan Ma’mun Ar-Rasyid.

Sultan memilih arsitek dari Belanda karena saat itu belum ada arsitek dari bangsa pribumi.

Baca Juga: APBD Terserap Rp400 Miliar! Megaproyek Terowongan di Kalimantan Timur Diklaim Bakal Tandingi Tunnel Makassar, Kapan Rampung?

Maka dari itu, tak heran tampak luar masjid ini begitu megah dan indah dipandang.

Hal tersebut merupakan daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang ingin melihat kemegahan masjid ini. ***

 

Rekomendasi