Habiskan Anggaran Senilai Rp1,5 Triliun, Pembebasan Lahan Guna Bendungan di Aceh Ini yang Belum Berhasil Seluas 206 Ha

inNalar.com – Beberapa tahun belakangan ini, Kementerian PUPR tengah berambisi menyelesaikan beberapa proyek bendungan yang tersebar di seluruh Indonesia dan salah satunya ada di Aceh.

Salah satu proyek waduk di Aceh tersebut dikenal dengan nama Bendungan Rukoh.

Bendungan Rukoh juga diharapkan dapat memiliki manfaat untuk pemenuhan kebutuhan air bersih dan penyediaan air baku sebesar 0,90 m3/detik bagi 22.848 jiwakoh.

Baca Juga: Investasi Rp16,27 Triliun, Merdeka Copper Garap Proyek Tembaga Terbesar di Dunia Demi Incar ‘Harta Karun’ Tambang Banyuwangi Jawa Timur

Lokasinya berada di Kec. Titeue, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh.

Pembangunannya dimulai pada tahun 2018 dan ditargetkan rampung pada tahun 2023 lalu.

Meskipun begitu, hingga awal tahun 2024 ini proyek tersebut masih belum rampung.

Baca Juga: Luasnya 2,5 Ha, Pembangunan Pabrik Garam Baru di Jawa tengah Ini Diramalkan Mampu Memproduksi 25.200 Ton per Tahun

Pembangunannya dilakukan melalui 2 paket pengerjaan dimana paket satu dikerjakan oleh PT. Nindya Karya (Persero).

Sementara itu, untuk paket 2 dikerjakan oleh kontraktor PT Waskita Karya (Persero) Tbk – PT. Adhi Karya (Persero) dan PT. Andesmont Sakti, KSO.

Dilansir inNalar.com dari pu.go.id, waduk ini berada di aliran Sungai/Krueng Rukoh yang juga dihubungkan dengan Krueng Tiro dengan bendung pengarah sehingga menjadi satu sistem yang saling mendukung.

Baca Juga: Jumlah Laba Bersihnya Turun Rp5,9 Triliun, Besaran Utang PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) Makin Melonjak

Nantinya, infrastruktur raksasa ini akan mengairi lahan persawahan Daerah Irigasi Baro Raya seluas 11.950 hektare (ha) khususnya di Kecamatan Kembang Tanjong yang berada di paling hilir Daerah Irigasi Baro Raya.

Maka dari itu, keberadaannya diharapkan dapat meningkatkan intensitas tanam dari satu kali setahun menjadi tiga kali setahun.

Selain menjadi irigasi, Bendungan Rukoh juga diharapkan dapat memiliki manfaat untuk pemenuhan kebutuhan air bersih dan penyediaan air baku sebesar 0,90 m3/detik bagi 22.848 jiwa.

Baca Juga: Pendapatan Tembus US$ 1,17 Miliar, Laba Bersih PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Terkikis hingga 95 Persen, Ternyata Ini Biang Keroknya

Keberadaan waduk ini juga berpotensi menjadi sumber pembangkit listrik sebesar 1,22 MW.

Memiliki banyak manfaat, tak heran bila untuk membangun bendungan ini cukup fantastis.

Untuk merealisasikan bendungan ini, pemerintah menggelontorkan dana hingga Rp1,5 triliun.

Baca Juga: Habis Rp300 Triliun, Emiten China Ini Royal Invest 9 Proyek Smelter Nikel di Indonesia, Kapasitas Paling Jumbo Ada di Pomalaa Sulawesi Tenggara

Meskipun begitu, pembangunan bendungan ini masih diterpa oleh permasalahan lahan.

Diketahui bahwa pada proyek ini masih terdapat 206 hektar lahan atau setara 22 persen yang belum berhasil dibebaskan.

Untuk lahan yang telah bebas seluas 712 hektar atau setara 78 persen.

Tentunya permasalahan ini harus segera diselesaikan agar manfaat dari bendungan Rukoh bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar.***

Rekomendasi