

inNalar.com – Kementerian PUPR tengah gencar mengupayakan penyelesaian beberapa proyek dan salah satunya adalah bendungan.
Bendungan merupakan infrastruktur yang sangat penting untuk suatu daerah dan salah satunya berada di Aceh.
Disebut dengan nama Bendungan Keureuto, lokasinya berada di Blang Pante, Kec. Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, Aceh.
Bendungan Keureuto adalah bendungan yang terletak di provinsi NAD, di kabupaten/kota Aceh Utara.
Pembangunannya dimulai pada tahun 2015 silam dan status terakhirnya masih dalam konstruksi.
Tujuan dari dibangunnya bendungan Keureuto di Aceh adalah sebagai salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan banjir tahunan yang pasti terjadi di kota Lhoksukon dan sekitarnya.
Baca Juga: Ditentang Tiga Bupati di Jawa Tengah, Ruas Tol Ini Diperkirakan Butuh Lahan 233,37 Hektar
Kejadian banjir tersebut menyebabkan genangan yang cukup lama serta jelas dapat merusak infrastruktur dan pada gilirannya akan sangat merugikan sektor ekonomi Aceh Utara.
Selain itu, dengan adanya bendungan ini maka diharapkan ketersediaan tampungan khusus banjir sebesar 30,50 juta m3.
Hal ini tentunya akan mampu meredam dan mereduksi debit banjir sampai periode ulang 50 tahun.
Bendungan ini juga berfungsi untuk penyediaan air irigasi (9.420 ha), air baku (0,50m3/det).
Banyak terdapat manfaat dibaliknya, tak heran bila biaya pembangunannya cukup fantastis.
Dana yang dibutuhkan untuk merealisasikan proyek bendungan keureuto ini mencapai Rp1,7 triliun.
Baca Juga: Gandeng Malaysia, Jalan Tol di Palembang Ini Bakal Tersambung Penuh pada Akhir 2024
Telan dana fantastis, nyatanya pembangunan bendungan ini tidak selalu berjalan mulus.
Pembangunan bendungan Keureuto sempat terhenti karena terhambat oleh pembebasan lahan di Aceh Utara.
Maka dari itu, pemerintah terkait berusaha untuk meyakinkan masyarakat mengenai manfaat dari bendungan ini.
Hasilnya, sedikit demi sedikit permasalahan pun selesai dan proyek bendungan kembali diteruskan.***