

inNalar.com- Pencapaian luar biasa Jembatan Petuk sebagai jembatan terpanjang di Nusa Tenggara Timur.
Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di wilayah timur Indonesia. Di tengah pesona alamnya yang memukau, terdapat sebuah infrastruktur megah yang telah mengubah pola transportasi dan memberikan dampak positif bagi masyarakatnya, yaitu Jembatan Petuk.
Dengan panjang mencapai 337 meter, jembatan ini menjadi jembatan terpanjang di Nusa Tenggara Timur. Bagaimana perjalanan dari Jembatan Petuk hingga menjadi kebanggaan masyarakat dan pendorong perekonomian di wilayah Kupang, Nusa Tenggara Timur? Mari kita simak perjalanan mengesankan jembatan ini.
Wacana pembangunan Jembatan Petuk bermula sejak tahun 1980-an. Melihat potensi pentingnya konektivitas transportasi untuk menghubungkan wilayah pesisir dengan pedalaman daratan di Timor.
Jembatan Petuk direncanakan akan menjadi solusi untuk mengatasi hambatan geografis yang selama ini menjadi penghambat aksesibilitas dan mobilitas masyarakat serta barang dari dan ke wilayah Kupang.
Meskipun rencana pembangunan Jembatan Petuk telah diusung sejak lama, namun proses pembangunan jembatan ini tidak berjalan mulus. Terdapat beberapa kendala teknis dan finansial yang harus diatasi sepanjang perjalanan pembangunan.
Baca Juga: Berumur Lebih dari 500 Tahun, Candi di Kalimantan Selatan Ini Satu Masa dengan Kerajaan Majapahit?
Tidak hanya itu, tantangan lainnya adalah pembebasan lahan dan mitigasi dampak lingkungan agar pembangunan jembatan Petuk tidak merugikan masyarakat sekitar dan lingkungan sekitarnya.
Barulah pada tahun 2015, setelah melalui tahap perencanaan yang matang dan upaya pemecahan berbagai masalah, pembangunan Jembatan Petuk akhirnya dimulai.
Proyek ambisius ini menyerap dana hingga mencapai Rp 235 miliar, menandakan betapa pentingnya infrastruktur ini bagi pemerintah dan masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Baca Juga: Telan Rp 800 Miliar, Jembatan Termahal di Kalimantan Barat Ini Hubungkan Dua Daerah
Setelah dua tahun penuh kerja keras, akhirnya Jembatan Petuk selesai dibangun pada tahun 2017.
Jembatan Petuk membentangi palung sungai sepanjang 337 meter yang berada dikecamatan maulafa, Kupang Nusa Tenggara Timur.
Keberadaan Jembatan Petuk telah mengubah peta transportasi di wilayah ini. Sebelumnya, perjalanan yang menghubungkan pelabuhan Tenau dengan kota-kota pedalaman di daratan timor memakan waktu yang cukup lama dan menyulitkan.
Namun, berkat adanya Jembatan Petuk, perjalanan dari dan menuju wilayah pesisir menjadi lebih efisien dan singkat. Masyarakat lokal pun merasa terbantu dengan adanya akses yang lebih mudah dan cepat ke pusat-pusat ekonomi dan jasa di Kota Kupang.
Peningkatan konektivitas yang diakibatkan oleh Jembatan Petuk berdampak positif pada perekonomian masyarakat di wilayah Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Dengan akses transportasi yang lebih lancar, distribusi barang dan jasa menjadi lebih efisien, yang pada akhirnya meningkatkan daya saing dan produktivitas wilayah tersebut.
Kehadiran jembatan ini juga membuka akses lebih luas bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam Nusa Tenggara Timur.
Selain itu, Jembatan Petuk turut berperan dalam membuka peluang investasi di sektor pariwisata dan industri lainnya di wilayah Kupang.
Dengan infrastruktur yang memadai, potensi ekonomi lokal dapat dimaksimalkan, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ***(Fisqiyyah Awawin)