

inNalar.com – Jembatan Sei Wampu yang terletak di Tol Binjai-Langsa akan menjadi proyek ikonik Sumatera Utara.
Jembatan ini merupakan jembatan penghubung Jalan Tol Binjai-Langsa seksi Binjai-Stabat yang melintas di atas sungai Wampu, Stabat.
Jembatan ini termasuk pada bagian Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) seksi ruas Binjai.
Jembatan merah menyala ini akan segera dioperasikan untuk masyarakat setelah menjalan uji Laik.
Jembatan ini diprakasai oleh PT. Hutama Karya dengan pabrikasi dan pemasangan oleh PT. Waagner Biro Indonesia.
Berat Baja yang dipakai untuk Jembatan Sei Wampu mencapai 3.060 ton.
Baca Juga: Kalimantan Rasa Maldives! Ini Destinasi Wisata Pulau Tersembunyi ‘Maratua’ di Kalimantan Timur
Panjang baja yang digunakan untuk setiap unsur Jembatan Sei Wampu mencapai 321 meter.
Jembatan ini merupakan jembatan unik yang tidak mempunyai pilar di bagian tengah jembatan.
Panjang Jembatan Sei Wampu membentang sampai 230 meter dengan main span sampai 130 meter.
Jembatan ini memiliki panjang sepanjang 180 meter termasuk pile slab 40 meter.
Jembatan Sei Wampu saat ini masih dalam taham terkahir penyelesaian kontruksi.
Jembatan Sai Wampu Tol Binjai-Langsa menggolongkan dana yang bersumber dari APBN.
Dana tersebut mencapai total anggaran yang digunakan yaitu Rp 42 miliyar.
Jembatan ini akan memangkas waktu para pengendara yang akan melewati Tol Binjai-Pangkalam Brandan.
Waktu yang ditempuh semula mencapai 90 Menit perjalanan akan terpangkas menjadi 48 menit waktu perjalanan.***