Habiskan 225 Triliun, Jembatan Termahal di Dunia Ini Akan Satukan Jawa-Sumatera Lewat Lampung

InNalar.com – Keberadaan jembatan berfungsi sebagai penghubung jalur darat yang bisa menjadi lintasan para warga untuk melalui daerah, atau provinsi dengan cara yang lebih mudah.

Saat ini, banyak sekali infrastruktur yang tengah digarap oleh tiap pemerintah, dengan tujuan agar dapat memnuhi fasilitas tiap daerah agar Indonesia menjadi salah satu negara yang maju.

Salah satunya adalah jembatan Selat Sunda, dimana jalan penghubung ini akan menyatukan Jawa dan Sumatera melalui jembatan saja.

Baca Juga: Jadi Stadion Kebanggaan Kalimantan Selatan, Markas Barito Putera Pernah Menjadi Lahan Pembuangan?

Menariknya, jembatan Selat Sunda yang nantinya akan dibangun merupakan jembatan termahal dan terpanjang yang ada di dunia.

Bagaimana tidak, jembatan Selat Sunda ini saja memliki panjang sejauh 30 km, hingga pembangunannya memakan dana 225 triliyun.

Adapun Lebar dari jembatan termahal dan terpanjang ini sekitar 60 meter persegi. Dengan 2×3 jalur lalu lintas, disertai dengan 2×1 jalur darurat.

Baca Juga: Seram! 70 Rumah Mewah di Ngajuk Ini Terbengkalai, Benarkah Ada Perampokan Massal?

Nantinya, saat jembatan ini dibangun, jalan penghubung ini akan bermula dari Banten, lalu akan melalui Selat Sunda hingga tiba di kawasan Bakauheni.

Sebagai informasi, Selat Sunda berada di bagian Selatan Provinsi Lampung, dan berada di bagian Barat Provinsi Banten.

Dengan adanya jembatan ini, maka diharapkan akan terjadi peningkatan konektivitas beserta mobilitas barang dan orang diantara dua pulau terbesar yang ada di Indonesia.

Baca Juga: Jalan Tol Solo-Yogyakarta Jalur Kartosuro Diprediksi Rampung 2024, Perjalanan Travelling Semakin Singkat!

Tentu nantinya bagi orang-orang yang melintasi jembatan termahal dan terpanjang di dunia tersebut, akan menikmati indahnya pemandangan gunung dan laut.

Sebenarnya ide seperti ini tidak muncul baru-baru ini. Karena perencanaan dari pembangunan Jembatan Selat Sunda sendiri pernah diusulkan oleh Sedyatmo, saat tahun 1960.

Kala itu, Sedyatmo memberikan konsep Tri Nusa Bimasakti. Yaitu adalah interkoneksi antar 3 pulau di Indonesia yang meliputi Jawa-Sumatera-Bali.

Dahulu saat memperkirakan pembangunan jembatan Selat Sunda ini pada tahun 2010, diperkirakan kurang lebih akan memakan dana hingga 225 Triliyun.

Akan tetapi Menko Perekonomian tahun 2013, yaitu Hatta Rajasa menjelaskan jika dana APBN negara dihabiskan dalam membangun jembatan senilai Rp. 200 triliun, hal ini akan menimbulkan kemarahan dari orang-orang Papua, Kalimantan, dan Aceh.

Tentu saja akan menimbulkan masalah. Karena pada kala itu, mereka ingin membangun jembatan dan waduk, namun masih harus antri dengan pembangunan lainnya.

Meskipun begitu, ada pula hal lain yang harus sangat diperhatikan jika ingin membangun jembatan terpanjang dan termahal yang akan melintasi Selat Sunda ini.

Adapun hal yang harus diperhatikan yaitu seperti Masalah teknis dan keamanan. Karena dengan memastikan kondisi pembangunan jembatan yang baik, maka jembatan ini bisa dipastikan aman serta tahan lama selama masa penggunaannya.

Apalagi jembatan Selat Sunda ini juga memiliki risiko besar. Mengingat nantinya jalur ini akan melewati wilayah anak Gunung Krakatau yang hingga sekarang masih aktif.

Tidak hanya itu, Upaya dari pemulihan jembatan dan konservasi juga harus dapat diintegrasikan ke dalam proyek tersebut. Hal ini dengan tujuan agar mampu meminimalkan dampak negatif yang mungkin saja timbul.

Meskipun menarik untuk menyatukan dua pulau dengan satu jalan darat penghubung, namun masih banyak yang harus dipertimbangkan saat akan membangun jembatan termahal dan terpanjang di dunia. ***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]