

inNalar.com – Ketahui ceramah Gus Baha terbaru 2022 tentang mandi junub bisa tidak sah jika melakukan beberapa kesalahan ini.
Lewat ceramah Gus Baha terbaru 2022 diuraikan setiap muslim yang melakukan beberapa kesalahan bisa jadi tidak sah mandi junubnya.
Gus Baha menjelaskan jika banyak kesalahan yang sering diabaikan ketika mandi junub sehingga bernilai suatu kesalahan.
Mandi Junub menurut Gus Baha menjadi hal penting diperhatikan karena menyangkut status ibadah yang dilakukan oleh setiap muslim.
KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang lebih umum dipanggil Gus Baha menerangkan dengan jelas kesalahan yang umum dilakukan sehingga menyebabkan mandi junub tidak sah.
Sebagaimana dikutip inNalar.com dari Kabar Lumajang “Gus Baha Jelaskan Mandi Junub Bisa Tidak Sah karena Hal Ini, SegeraHindari”
Menurut Gus Baha, saat mandi junub, tidak boleh ada sabun atau sampo terlebih dahulu sampai mandi junubnya selesai.
Sebab, lanjut Gus Baha, sampo atau sabun akan berpotensi merubah sifat air, sehingga dapat menyebabkan tidak sah.
“Syaratnya mandi atau wudhu itu jangan ada di tubuh sesuatu yang merubah air, misal sabun, sampo atau yang lainnya,” ucap Gus Baha.
“Makanya kayak orang mandi junub itu banyak yang salah, jadi 1 ciduk air langsung pakai shampo,” imbuhnya.
Karena adanya sabun dan sampo itulah kemudian air berikutnya tidak akan bisa menghilangkan hadats besar.
“Berarti semua air ini tidak bisa menghilangkan hadats besar, karena posisi air yang ke seluruh tubuh berbau sampo,” ujar Gus Baha.
Karena itu, menurut Gus Baha, untuk mandi junub sebaiknya menggunakan air bersih hingga mandi junubnya selesai, kemudian baru memakai sampo.
“Tapi kalau kamu pakai sampo dulu, kalau rambutnya banyak, maka potensi air yang menyebar sudah menjadi mutaghayyir,” jelas Gus Baha.
Karena itu, tutur Gus Baha, salah satu syarat mandi junub adalah jangan ada sesuatu di tubuh yang disebut yughoyyiru ma (mengubah).
Gus Baha juga menjelaskan cara mandi junub yang benar agar dapat menghilangkan hadats besar.
Baca Juga: Teks Pidato Tentang Kebersihan Kelas, Cocok Dipakai untuk Sambutan dari Ketua Kelas
“Ketika waktu mandi junub dari kepala, ya sudah kepala itu awwalul gushli. Kalau kamu siram wajah dulu, ya wajah awwalul gushli,” kata Gus Baha.
Begitupun ketika orang mandi dada dulu, disiramkan di dada saat pertama kali, berarti dada itu disebut awwalul gushli.
“Pokoknya yang setiap bersamaan niat, awwalul fardi, paham ya, jadi bebas, semua bentuknya awal bebas, cuma apapun pilihan Anda, langsung dibersamai niat,” tegas Gus Baha.
Baca Juga: Jawaban Gus Baha Saat Ditanya Soal Kasus Anak Kiai Cabuli Santri: Ya Bagus…
Gus Baha menegaskan sesuatu yang tidak dibarengi dengan niat, maka hal tersebut tidak dihitung sebagai mulai fardhu.
“Misalnya ada orang junub, terus ada sisa-sisa mani langsung dia mandi junub disiram, air yang melewati mani tadi, potensinya menjadi mutaghayyir (berubah) karena mani tadi,” tutup Gus Baha.*** (David Tomi Anggara/Kabar Lumajang).
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi