Gus Baha Terbaru 2022: Allah Juga Bisa Berterima Kasih Kepada Orang Jahat Karena Amalan yang Semacam Ini

inNalar.com – Simak Penjelasan Gus Baha terbaru 2022 tentang Allah juga bisa berterima kasih kepada orang jahat karena amalan semacam ini.

Gus Baha menuturkan melalui amalan semacam ini orang jahat juga ada manfaatnya untuk sekitar.

Maka dari tu, Gus Baha mengingatkan jangan Suudzon sama orang jahat karena perbuatan baik mereka juga terhitung amalan.

Menurut Gus Baha amalan semacam ini lebih mudah dilakukan oleh orang jahat karena situasi dan kondisi tertentu.

Sebenarnya apa amalan orang jahat yang bisa membuat Allah berterima kasih kepadanya.

Baca Juga: Heboh Rendang Babi, Ustadz Adi Hidayat Skak Mat Gus Miftah soal ‘Sejak Kapan Rendang Punya Agama?’

Sebagaimana dikutip inNalar.com dari Portal Sulut “Jangan Suudzon, Gus Baha ungkap Satu Amal Orang Jahat yang Membuat AllahBerterima Kasih”.

Gus Baha menjelaskan, pokoknya orang beriman dan melakukan amal sholeh itu pasti masuk surga.

“Sedangkan orang buruk, dan melakukan kekafiran itu masuk neraka. Itu beda dengan perkataan ulama, yang mengandung provokasi,” ucap Gus Baha.

Gus Baha kembali mencontohkan, perkara bagi meminum arak tidak diterima sholatnya oleh Allah SWT, selama 40 hari.

“Orang yang meminum arak, sholatnya tidak diterima 40 hari. Segiat apapun sholat seseorang, jika dia suka bergunjing tetap masuk neraka,” ucap Gus Baha.

Baca Juga: Foto Yaqut Cholil Qoumas Diinjak-injak, Imbas Kasus Toa Diduga Dibandingkan dengan Gonggongan Anjing

Pokoknya kalau berfatwa, yang ekstrim-ekstrim, jadi sedekah sebanyak apapun, jika diungkit, maka tidak dapat pahala.

“Itu beda dengan istilah Quran. Nah Rasulullah itu kadang pakai istilahnya Quran, kadang pakai istilahnya ulama,” kata Gus Baha.

Menurut Gus Baha, maksudnya istilah-istilah yang dipakai basyariah.

“Ada seorang ulama meneliti, ternyata memang tetap, kualitas firman Allah yang netral, itu lebih serius dalam konteks real,” ungkap Gus Baha.

Perhatikan jangan sampai salah paham, lebih serius dalam kontek real.

“Misalnya begini, ada orang yang pernah mabuk, zina, korupsi dan berjudi, pokoknya semua kejahatan pernah dia lakukan, kemudian dia pulang. Di perjalanan, ada anak kecil yang hampir ditabrak mobil, lalu dia selamatkan,” ucap Gus Baha mencontohkan.

Baca Juga: Volodymyr Zelensky Ungkap 137 Tentara Ukraina Tewas dan 316 Luka pada Invasi Hari Pertama

Menurut Gus Baha, maksudnya istilah-istilah yang dipakai basyariah.

“Ada seorang ulama meneliti, ternyata memang tetap, kualitas firman Allah yang netral, itu lebih serius dalam konteks real,” ungkap Gus Baha.

Perhatikan jangan sampai salah paham, lebih serius dalam kontek real.

“Misalnya begini, ada orang yang pernah mabuk, zina, korupsi dan berjudi, pokoknya semua kejahatan pernah dia lakukan, kemudian dia pulang. Di perjalanan, ada anak kecil yang hampir ditabrak mobil, lalu dia selamatkan,” ucap Gus Baha mencontohkan.

“Dalam teori nyata, tidak ada syarat. Yang menolong anak kecil itu syaratnya, harus orang yang sholat, tidak pernah zina, tidak pernah korupsi, tidak pernah mabuk,” terang Gus Baha.

Gus Baha mengatakan, kalau fiqih pasti begitu, syarat melakukan kebaikan itu pasti banyak.

Baca Juga: Sule Resmi Digugat Cerai Nathalie Holscher, Nenek Nathalie: Kalau Saya Kecewa, tapi…

“Padalah yang memenuhi syarat tidak ada di TKP penabrakan tadi, yang ada justru yang tidak memenuhi syarat,” kata Gus Baha.

Sehingga Gus Baha menyimpulkan, itu kata Ulama, itulah alasan kenapa firman Quran selalu datar.

“Ada seorang pelacur, baru pulang dari kerja, kerja melacur maksudnya. Kemudian dia melihat anjing, bukan kucing, contoh dalam hadistnya itu anjing, yang pernah baca hadisnya, contohnya anjing atau kucing?, anjing kan,” terang Gus Baha kembali memberikan contoh.

Lanjut Gus Baha mengisahkan, anjing yang menjilati tanah, lalu pelacur tadi berpikir kasihan kepada seekor anjing.

Berhubung dia pelacur, jadi tidak gengsi. Dia pun turun ke sumur, dia ambilkan air.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Jatuh Saat Bersepeda hingga Dirawat di Rumah Sakit, Begini Kondisinya

“Kalau dia santriwati, takkan bisa turun ke sumur. Karena dia seorang pelacur, maka ahli turun ke sumur,” kata Gus Baha.

Kemudian kata Gus Baha, pelacur tersebut lalu minumkan air tersebut kepada anjing.

“Ini cerita, dia minumkan airnya, Allah pun berterima kasih, karena anjing itu selamat. Anjing juga kan hamba Allah, Allah buat pelacur itu tobat, dan jadi perempuan sholehah, dia pun jadi perempuan yang sholehah,” jelas Gus Baha.

Gus Baha menjelaskan, bagi Allah siapa saja beriman dan beramal sholeh maka baginya pahala.

“kadang amal sholeh itu, jatuh, pada orang jahat. Tapi dari sisi ulama pasti ada provokasi. Apa gunanya amal sholeh, jika kelakuannya begini, pokoknya membombardir. Orang-orang diteror selalu,” ujar Gus Baha.*** (Randi Manangin/Portal Sulut)

Rekomendasi