

inNalar.com – Malam Lailatul Qadar atau biasa kita sebut sebagai malam 1000 bulan adalah malam yang sangat penting bagi seluruh umat Islam di seluruh dunia.
Pentingnya malam Lailatul Qadar bagi umat Islam dikarenakan malam tersebut ditandai sebagai malam turunnya kitab suci Al-Quran.
Sebagai Umat Muslim yang taat datangnya Malam Lailatul Qadar pastilah menjadi hal yang ditunggu-tunggu maupun kita cari.
Baca Juga: Keistimewaan Malam Lailatul Qadar dan Amalan yang Dianjurkan Menurut Hadits
Malam Lailtul Qadar hadir dikala 10 hari terakhir bulan Ramadhan, biasanya Umat Muslim melakukan berbagai amalan untuk memuliakan hadirnya malam Lailatul Qadar
Hal ini juga diungkapkan oleh Gus Baha dalam wawancaranya di salah satu Chanel Youtube tentang bagaimana seharusnya kita menyambut datangnya malam Lailatul Qadar.
Gus Baha menerangkan bagaimana pengalamannya melakukan berbagai amalan yang dia lakukan demi menyambut dan memuliakan hadirnya malam Lailatul Qadar ketika masih berada di Pesantren.
KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau biasa dipanggil Gus Baha merupakan salah satu ulama ahli tafsir dan juga seorang Pendakwah yang sudah cukup ternama.
Berbagai ceramah Gus Baha sering kita dengar maupun kita ketahui melalui platform social media. Kajian maupun majelisnya pun selalu ramai di datangi oleh berbagai kalangan Umat Muslim.
Menurut Gus Baha di dalam sebuah Pesantren terdapat tradisi yang biasa dilakukan ketika memasuki 10 hari terakhir di bulan Ramadhan demi mendapatkan kemuliaan malam lailatul Qadar.
Baca Juga: Simak Bacaan Doa Malam Lailatul Qadar Lengkap dengan Bahasa Arab-Latin, Muslim Harus Tahu
Tradisi yang dimaksud adalah sebuah hal yang sudah pasti dilakukan dijalankan setiap tahunnya di sebuah Pesantren tempat Gus Baha belajar.
Gus Baha menjelaskan bahwa tradisi di dalam Pesantrennya untuk menyambut malam Lailatul Qadar adalah dengan mengadakan acara Khataman Al-Quran pada hari ke 17,21,25 maupun 27 di bulan Ramadhan.
“Para Kiai saya dulu pinter, meskipun mereka tau malam Lailatul Qadar hanya sehari dari sekian hari itu, tapi upaya kita mengamalkan kebaikan tidak boleh terbatas,” Ungkap Gus Baha saat menerangkan Tradisi menyambut malam Lailatul Qadar di Pesantrennya tersebut.
Baca Juga: 7 Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar, Salah Satunya Adalah Langit Bersih Tanpa Gumpalan Awan
Melakukan amalan Khataman Al-Quran pada waktu Nuzulul Quran atau turunya kitab itu sendiri menjadi amalan mulia yang patut dilakukan ketika menyambut malam Lailut Qadar
Seperti apa yang diungkapkan oleh Gus Baha bahwasanya sebagai seorang muslim dalam mengamalkan kebaikan kita tidak boleh terbatas.
Apabila ingin melakukan Khataman Al-Quran demi mendapatkan malam Lailatul Qadar alangkah baiknya tidak hanya kita lakukan dalam satu hari atau satu kali saja.
Baca Juga: Pengertian Lailatul Qadar dan Nuzulul Quran di Bulan Ramadhan, Berikut Ciri-Cirinya Menurut Nabi SAW
Semoga nantinya kita dapat melakukan dan mengamalkan tradisi malam Lailatul Qadar yang biasa dilakukan di Pesantren seperti apa yang diterangkan Gus baha di kehidupan kita sehari-hari.***