Gus Baha Anjurkan Setiap Muslim Memiliki 3 Sikap Ini saat Bulan Syawal, Ada Jaminan Jadi Ahli Surga Loh


inNalar.com –
KH. Ahmad Bahauddin Nursalim, yang akrab dipanggil sebagai Gus Baha, menjelaskan tentang apa saja sikap yang sebaiknya diperhatikan oleh setiap muslim di bulan syawal.

Menurut Gus Baha, setiap muslim bisa berhasil meraih surga Allah ta’ala, yaitu dengan memanfaatkan momen bulan syawal dengan berbagai keutamaan yang ada pada bulan tersebut.

Lalu, apa kuncinya, menurut Gus Baha, agar seorang muslim sukses meraih surga Allah subhanahu wa ta’ala, terutama di bulan syawal?

Baca Juga: Gus Baha Anjurkan Amil Zakat Perhatikan Dua Hal ini Sebelum Ambil Bagiannya, Simak Penjelasannya

Satu-satunya kunci keberhasilannya adalah dengan memastikan dirinya berstatus sebagai hamba Allah. Gus Baha menjelaskan bahwa cara pertama ini dapat dipahami melalui firman Allah ta’ala dalam QS Al-Fajr ayat 29-30 yang artinya, “Maka masuklah ke dalam hamba-hambaku. Masuklah ke dalam surga-Ku.”

Berdasarkan penjelasan Gus Baha terkait penjelasan kutipan ayat di atas, setiap muslim perlu berusaha menjadi hamba Allah ta’ala terlebih dahulu, kemudian barulah ia layak menjadi ahli surga.

Namun, untuk menjadi seorang hamba Allah ta’ala pun tidak hanya memastikan dirinya sebagai muslim saja, melainkan seorang muslim pun seyogyanya perlu menerapkan tiga cara berikut agar sukses meraih surga-Nya, terutama di bulan Syawal.

Baca Juga: Gus Baha, Murid Mbah Moen Ungkap Cara Jadi Muslim yang Selalu Bahagia Meski Banyak Masalah dalam Hidup

Cara pertama, milikilah sifat tawadhu`.
Menurut Gus Baha, satu hal yang perlu melekat dalam diri seorang muslim adalah sifat rendah hati`, terutama saat bulan Syawal.

Gus Baha kemudian membuat sebuah contoh yang menjelaskan mengapa seorang muslim sepantasnya memiliki sifat ini di hadapan Allah ta’ala.  

Seorang pakar ekonomi, ada saja yang miskin dan sulit hidupnya. Di sisi lainnya, ada pula seorang pelaku bisnis lulusan SD berhasil memiliki omzet yang sangat besar setiap bulannya.

Baca Juga: Sudah Taat Beribadah Tapi Kok Masih Hidup Susah, Begini Penjelasan Logis dari Gus Baha

Contoh yang diberikan Gus Baha menerangkan bahwa terkadang yang kita sangka lemah, tidak selamanya akan hancur. Tatkala Allah ta’ala berencana untuk mengabadikan satu hal, maka terjagalah ia. Materi yang menurut manusia kuat, tetapi jika Allah berkehendak sebaliknya, maka seseorang tidak dapat menghindari ketetapan-Nya. Demikian alasan mengapa seorang muslim perlu merendahkan hatinya di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala.

Adapun cara kedua, menurut Gus Baha, adalah manfaatkanlah momen bulan Syawal ini untuk setiap muslim saling meminta maaf dan memaafkan antar sesama.

Pasalnya, Gus Baha memandang bahwa seorang muslim yang baik pun pasti memiliki kesalahan, baik disadari maupun tidak disadari. Terlebih lagi ketika seorang muslim berada dalam kondisi sebaliknya, jika ia tidak baik maka betapa besar kesalahan yang dimilikinya.

Baca Juga: Tata Cara Puasa Syawal Bagi Seorang Muslim Yang Benar. Buya Yahya: Tidak Harus Berurutan

Cara ketiga, tidak lupa ber-istighfar setiap hari, tak terbatas momen bulan Syawal.
Para ulama pun berpandangan bahwa meminta ampun kepada Allah ta’ala adalah bagian dari kebutuhan manusia, mengingat dalam kebaikan pun ada saja kesalahan yang tidak disadari olehnya.

Gus Baha kemudian mengingatkan setiap muslim agar senantiasa membaca doa berikut ini agar segala kebaikan yang telah diusahakan dapat membuahkan hasil yang menyenangkan saat berhadapan dengan Allah ta’ala kelak.

Baca Juga: Gus Baha, Murid Mbah Moen Ungkap Cara Jadi Muslim yang Selalu Bahagia Meski Banyak Masalah dalam Hidup

رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaaban naar.


“Wahai Rabb kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan juga di akhirat, serta lindungilah kamu dari azab neraka.” ***

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari inNalar.com. Caranya klik >> Google News inNalar.com

Rekomendasi