

inNalar.com – K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) mengaku jarang melaksanakan sholat tarawih di bulan Ramadhan. Gus Baha sebut hal itu sudah menjadi sunnah nabi dan ulama terdahulu.
Pengakuan Gus Baha ini tentu sangat mengejutkan, pasalnya ibadah sholat tarawih di bulan Ramadhan hanya bisa dilakukan satu tahun sekali.
Umat Islam sendiri dianjurkan memperbanyak amal ibadah di bulan Ramadhan, dengan cara menghidupkan sunnah nabi seperti sholat tarawih dan khataman Al Quran.
Namun ada yang berbeda dari cara Gus Baha dalam menjalankan ibadah sunnah tersebut. Ia menjelaskan bahwa dirinya tak pernah sholat tarawih full 30 hari di bulan suci Ramadhan.
Bahkan kebiasaan tersebut, kata Gus Baha tetap ia pegang teguh sampai sekarang. Lantas apa alasan dibalik jarangnya sholat tarawih ulama kondang ini? Berikut penjelasannya.
Gus Baha mengatakan bahwa tetangga sekitar rumahnya sudah mengetahui kebiasaan tersebut.
Meski begitu orang sekitar meyakini bahwa murid Mbah Moen itu jarang tarawih di bulan Ramadhan bukan karena benci. Melainkan menghidupkan salah satu sunnah rahasia dari nabi.
“Orang-orang itu yakin bukan karena Gus Baha itu benci dengan sholat tarawih, pasti satu dua kali tidak ikut tarawih,” kata ulama 52 tahun itu.
“Itu sudah sunnah para nabi dan ulama’ terdahulu,” imbuhnya.
Baca Juga: Ledakan Kilang Minyak Pertamina di Dumai Riau Membuat Atap Sebuah Masjid Jadi Ambrol
Menurutnya, jika sholat tarawih dilakukan 30 hari tanpa putus di bulan Ramadhan dikhawatirkan membuat hukum asalnya berubah.
Sebagaimana diketahui, sholat tarawih sunnah dilakukan oleh setiap Muslim. “Jangan sampai tarawih itu full, karena nanti takut dikira wajib.”
Meski begitu, Gus Baha mengatakan ibadah setahun sekali itu tidak serta merta ia tinggalkan.
Dirinya mengaku bahwa dibalik kebiasaan buruknya itu, ia menjalankan sholat tarawih sendiri di rumah.
“Sekali Ramadhan kok tarawih bolong, lhaa ya kamu qodhoi dong tarawih sendiri menghadap Allah. Jam 3 malam.” terangnya.
Gus Baha menegaskan amalan tersebut harus dilakukan oleh seorang ulama, pasalnya ulama membawa ribuan umat.
Hal itu juga menjadi sebuah keringanan bagi sebagian umat Islam yang tidak bisa melaksanakan ibadah sunnah di bulan Ramadhan itu.
“Banyak satpam yang tidak bisa tarawih karena tugas, banyak orang yang jualan bakso jadi tidak bisa tarawih. Ada kernet gak bisa tarawih,”kata Gus Baha.
“Banyak umat Islam yang pengen tarawih tapi nggak bisa.”
Baca Juga: Faiz Vishal Ngaku Kesulitan Tahan Lapar Saat Syuting Para Pencari Tuhan Jilid 16: Lawan Rasa Lemes
“Kalau sampai semua ulama mewajibkan sholat tarawih. ‘Ramadhan sekali aja gak mau tarawih, Islam model apa?’ Yang pengen tarawih tapi ndak bisa tarawih itu banyak.”
“Itu kalau jadi konsensus sebuah kejelekan. Separuh orang Islam dihukumi jelek.”
“Itu rahasianya kenapa nabi kok hanya tarawih sampai hari ke-6,” tutup Gus Baha.