

inNalar.com – Alam eksotis Maluku Utara ini terletak di gunung setinggi 1574 Meter dari Permukaan Laut (Mdpl).
Meski alam eksotis di Maluku Utara ini masih kalah pamor dengan Gunung Krakatau, siapa sangka ada fakta menarik yang belum banyak orang ketahui.
Gunung Gamkonora, itulah namanya, sempat catatkan letusan terbesar dan terdahsyatnya di abad ke-16.
Baca Juga: Tanpa Ribet! Begini Cara Klaim Saldo DANA Gratis Senilai Rp100.000 Setiap Hari
Peristiwa letusan Gamkonora mendahului kisah Krakatoa yang lebih sering mengemuka di ingatan publik.
Peristiwa yang teramat jauh ditarik mundur ke belakang ini bisa jadi penyebab data-data yang mengungkap kedahsyatannya tidak selengkap kisah nyata Krakatoa.
Walau bagaimana pun, catatan letusan terbesar gunung paling eksotis di Maluku Utara ini masih terekam dalam sebuah catatan.
Catatan yang terpublikasi dalam Smithsonian Institution, National Museum of Natural History Global Volcanism Program.
Baik Gamkonora dan Krakatau, kedua gunung bersejarah ini tercatat jelas dalam data mereka.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari rekam jejak tersebut, letusan terbesar Gunung Gamkonora di Maluku Utara terjadi pada tahun 1673.
Letusannya yang dahsyat cukup menyebabkan sejumlah desa kala itu tenggelam oleh lava panasnya.
Kedahsyatan letusannya dapat tergambarkan dari bagaimana bentuk kawah yang memanjang dari utara hingga selatan.
Disebutkan pula bahwa dampak letusan gunung tertinggi di puncak Halmahera Barat, Maluku Utara ini menyebabkan terjadinya tsunami.
Baca Juga: Menolak Lupa, Daerah Terpencil di Kulon Progo, Yogyakarta Ini Dulunya Primadona Tambang Mangan Dunia
“Erupsi terbesar yang tercatat terjadi pada tahun 1673 disertai tsunami yang membanjiri desa-desa,” dikutip dari rekam data Smithsonian Institution.
Dilihat dari dampaknya, cukup mirip dengan peristiwa Gunung Krakatau, bukan?
Serupa tapi tak sama. Bersumber dari rujukan yang sama, Krakatau pun memuntahkan letusan terbesarnya pada tahun 1883.
Seluruh dunia dan para peneliti berlomba-lomba mengalihkan perhatian mereka kepada gunung yang satu ini.
Bagaimana tidak, 36.000 korban jiwa melayang usai letusannya dan peristiwa tsunami hebat yang mengikutinya.
Usai letusan Gamkonora pun, tercatat setidaknya ada 8.000 jiwa yang harus meninggalkan kediaman mereka untuk menyelamatkan diri.
Baca Juga: Tak Seperti Gunung Merapi, Gunung Api Purba di Wonosari, Yogyakarta Ini Rupanya Dulu Adalah…
Kendati dampak alam yang dihasilkan dari Gamkonora dan Krakatau hampir sama, tetapi soal mana yang lebih dahsyat tetap tertuju pada gunung yang berada di Selat Sunda itu.
Pasalnya, catatan dampak alam yang tersajikan dari peristiwa Gunung Krakatau masih lebih lengkap dan terkonfirmasi dengan jelas.
Sementara seberapa banyak korban jiwa yang terkena dampak letusan Gamkonora tidak disebutkan secara jelas.
Dengan demikian, dapat dikatakan letusan Krakatau terkonfirmasi masih jauh lebih dahsyat daripada gunung yang berada di Maluku Utara ini.
Namun terlepas dari manakah letusan terbesar yang lebih dahsyat dari kedua gunung eksotis itu, Gamkonora kini menjadi destinasi pendakian alam terfavorit di Maluku Utara.
Bagai ‘berkah’ dari bencana alam, kini dataran tinggi eksotis ini dipenuhi alam memukau yang sulit dilewatkan ketika wisatawan berkunjung ke Kabupaten Halmahera Barat.
Apakah kamu adalah salah satu orang yang pernah menyaksikan langsung gunung eksotis di Maluku Utara ini?***