

inNalar.com – Hamparan luas daratan meliuk membentuk sebuah barisan pegunungan cantik ini ada di salah satu sudut bumi yang dinamakan dengan Gunung Pelangi.
Dengan fenomena alam yang sangat unik ditambah kesunyian tanda kehidupan manusia di dalamnya membuat Gunung Pelangi ini seringkali disebut sebagai tempat turun dan singgahnya makhluk asing alien.
Lokasi daratan Gunung Pelangi di bumi ini sayangnya bukan di Indonesia, melainkan berada di Gunung Andes yang ada di Cusco, negara Peru, Amerika Selatan.
Kepercayaan tentang kemungkinan adanya alien ini mengemuka pertama kali sejak peristiwa jatuhnya bola api berekor alias meteor pada 15 September 2007 silam.
Dilanjut lagi dengan adanya kejadian yang sama pada 26 Agustus 2011, membuat para penduduk berspekulasi keberadaan aktif makhluk alien di Peru, Amerika Selatan.
Lantas, tempat seperti apa yang diduga menjadi tempat turun dan persinggahan alien di bumi yang satu ini?
Baca Juga: Buya Yahya Beberkan Pentingnya Kaya Hati dalam Meraih Pahala, Meskipun Hidup dalam Kefakiran
Dijelaskan dalam YouTube Amit Sengupta, daratan cantik ini bernama Vinicunca atau menurut arti harfiahnya ‘Montana de Colores’ artinya gunung yang berwarna-warni.
“Daratan ini dinamakan dengan Vinicunca dan warga lokal memaknainya dengan Montana de Colores,” ungkap Amit Sengupta dalam kanal YouTube Amit Sengupta.
Daratan pegunungan unik ini pertama kali ditemukan oleh para penduduk pada tahun 2015.
Pada saat itu, hamparan berwarna-warninya ditemukan tepat setelah salju yang menyelimuti pengunungan cantik di Peru ini meleleh.
Keragaman tujuh warnanya membuat hamparan pegunungan bergaris ini disebut sebagai Rainbow Mountain atau Gunung Pelangi.
Hamparan alam yang sangat unik berhias garisan berwarna-warni mulai dari kuning keemasan, hijau mint, ungu lavender, hingga merah muda mempercantik gunung yang ada di Peru, Amerika Selatan ini.
Ternyata fakta geologis mengungkap bahwa rona warna yang beragam tersebut terbentuk akibat dari adanya komposisi mineral langka yang dipengaruhi oleh perubahan cuaca seiring berjalannya waktu.
Berada di ketinggian 6,384 mdpl, lanskap Gunung Pelangi ini memang awalnya telah mengandung batuan dasar dari berbagai jenis mineral.
Setelah adanya proses mineralogi yang terjadi ketika mineral besi dalam batu bereaksi dengan pengaruh lingkungan seperti salju, angin, dan air yang pada akhirnya lama kelamaan terbentuk warna merah dan kuning, serta warna menakjubkan lainnya.
Selain itu, didukung dengan awal mula pembentukan hamparan alam yang disebabkan oleh pertemuan lempek tektonik Nazca juga turut membuat fenomena alam yang sangat langka untuk terjadi di Gunung Pelangi, Peru, Amerika Selatan.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi