

inNalar.com – Gunung Nglanggeran adalah gunung berapi purba yang terletak di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia.
Gunung ini mempunyai ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut dan salah satu tujuan wisata yang populer di Yogyakarta.
Gunung ini memiliki bebatuan yang khas karena ada campuran aglomerat dan breksi gunung api.
Berdasarkan penelitian, gunung ini sudah terbentuk 60 juta tahun lalu, dan pada masa itu Gunung Nglanggeran ini berada di dasar laut.
Gunung Nglanggeran memiliki tiga puncak, yaitu Puncak Batur, Puncak Bukit Tapak, dan Puncak Watu Kuning.
Dari puncak-puncak ini, wisatawan dapat menikmati pemandangan yang indah dari Gunung Merapi, Gunung Merbabu, dan Gunung Sindoro.
Pengunjung juga bisa hiking untuk ke puncak gunung ini, dibutuhkan sekitar 2 jam untuk sampai puncak dengan melewati lorong bebatuan yang sempit.
Di wilayah sekitar Gunung Nglanggeran ini juga terdapat embung, embung adalah kolam telaga.
Memiliki tinggi 500 meter diatas permukaan laut, Embung Nglanggeran ini berfungsi untuk mengairi perkebunan di sekitar.
Memiliki luas 5000 meter persegi pada musim kemarau pun embung ini dapat tetap mengairi perkebunan warga setempat.
Terdapat juga legenda yang mengatakan bahwa Gunung Nglanggeran ini adalah tempat untuk menghukum para warga desa yang merusak wayang.
Pada ratusan tahun lalu, gunung ini digunakan untuk upacara hasil panen, dan upacara tersebut menggunakan wayang.
Beberapa warga melakukan hal ceroboh dan merusak wayang tersebut lalu mengutuk warga yang ceroboh menjadi sosok wayang dan dibuang di gunung tersebut.
Selain legenda tersebut memang Gunung Nglanggeran adalah tempat yang cocok untuk wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam dan melakukan kegiatan yang menarik.
Gunung ini juga merupakan tempat yang cocok untuk belajar tentang geologi dan sejarah.
Waktu terbaik untuk mengunjungi Gunung Nglanggeran adalah saat musim kemarau, yaitu dari April hingga Oktober.***(Alif Agusta)
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi