

InNalar.com – Gunung Toba termasuk gunung supervolcano dengan letusan terkuat dalam sejarah ternyata ada di negara Indonesia, tepatnya di Pulau Sumatra, Provinsi Sumatra Utara.
Gunung Toba yang memiliki ketinggian sekitar 2.157 mdpl ini ternyata menarik minat banyak peneliti karena sejarah letusannya yang maha dahsyat setara dengan ledakan nuklir.
Gunung Toba disebut sebagai salah satu gunung Supevolcano karena memiliki letusan skala besar yang daya letusannya melampaui batas normal (jauh di atas rata-rata).
Baca Juga: Selain WBL, Lamongan Juga Punya Wisata Akar Pohon Langit yang Unik, Cocok untuk Foto Instagramable
Sejarah menuliskan, Gunung Toba pernah meletus sekitar 74.000 tahun yang lalu, yang mana letusannya tercatat sebagai salah satu letusan terkuat dalam sejarah di muka Bumi dalam kurun waktu 2 juta tahun belakangan.
Akibat dari letusan ini, terciptalah sebuah kawah seluas 100 kilometer persegi yang sekarang kita kenal dengan sebutan Danau Toba, yang mana Danau Toba kini masuk dalam salah satu daftar keajaiban dunia dari Pulau Sumatera, Indonesia.
Baca Juga: Telan Anggaran 18 Triliun, Ternyata Tol di Jawa Barat Ini Gunakan Busa Sebagai Material Utamanya
Letusan gunung supervolcano di Sumatera ini mampu menghasilkan sejumlah besar gas beracun juga ratusan kilometer kubik abu vulkanik. Tentu saja hal ini menjadi sebab utama hancurnya desa dan kota di wilayah sekitarnya.
Tanah pertanian yang semula subur juga menjadi rusak hingga akhirnya menyebabkan gagal panen. Mereka yang selamat dari letusan maha dahsyat harus kembali berjuang melawan krisis ekonomi dan bencana kelaparan.
Tak hanya membawa dampak pada Indonesia saja, letusan gunung supervolcano di Sumatera ini ternyata juga membawa dampak yang begitu besar pada ekosistem Global.
Abu vulkanik yang dikeluarkan oleh letusan ini menyebar ke seluruh dunia menyebabkan pendinginan global yang signifikan. Penelitian menunjukkan, saat itu suhu global mengalami penurunan antara 5-10 derajat Celcius.
Dalam jangka pendek, letusan Gunung Toba juga menyebabkan kepunahan massal pada beberapa spesies hewan dan juga tumbuhan karena terjadinya penurunan suhu yang sangat drastis.
Ekosistem darat dan peraian di sekitar Gunung Toba yang rusak di masa itu membuat masyarakat sekitar harus melakukan migrasi demi bisa bertahan hidup.
Sejarah tentang Gunung Supervolcano di Indonesia ini benar-benar mencengangkan. Namun ternyata, ada hal lain yang lebih mengejutkan lagi.
Meski Gunung Toba sudah tak tampak oleh mata karena sudah berubah menjadi Danau Toba, nyatanya penelitian menemukan bahwa dapur magma Gunung Toba masihlah aktif.
Dapur magma ialah tempat dimana magma terbentuk dan terakumulasi hingga akhirnya mencapai permukaan. Dengan kata lain, gunung ini masih memiliki kemungkinan mengulang bencana seperti puluhan ribu tahun yang lalu, yang tentunya akan berdampak pada Indonesia juga seluruh dunia.
Oleh sebab itu, pemerintahan menghimbau lembaga-lembaga yang bertanggungjawab untuk meningkatkan pengawasan dan penelitian yang mendalam terkait aktivitas gunung api aktif khususnya gunung yang berpotensi memiliki letusan dengan daya hancur yang parah seperti Gunung Toba agar segala dampak bisa diminimlisir dengan adanya peringatan dini. ***
(Andita Tritania Wulandari)
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi