

inNalar.com – Gunung berapi aktif di Indonesia sangat banyak, beberapa ada yang terletak di ujung timur Pulau Jawa, Jawa Timur.
Gunung Kelud salah satunya, gunung berapi aktif dengan tinggi mencapai 1.731 meter ini menjadi yang paling berbahaya di Jawa Timur.
Alasan mengapa Gunung Kelud menjadi yang paling berbahaya di Jawa Timur adalah karena memiliki karakteristik letusan yang sangat kuat.
Bukan hanya itu, Gunung Kelud ini juga menjadi gunung berapi paling aktif di Indonesia dan terhitung sejak tahun 1000 Masehi sudah meletus lebih dari 30 kali.
Gunung berapi aktif paling berbahaya di Jawa Timur ini berada di perbatasan 3 kabupaten, yaitu Kediri, Blitar, dan Malang.
Semburan lava atau letusan yang dikeluarkan oleh gunung berapi aktif di Jawa Timur ini terakhir terjadi pada tahun 2014.
Letusan gunung berapi aktif yang terjadi pada tahun 2014 tersebut dampaknya sampai ke provinsi sebelah Jawa Timur yaitu Yogyakarta.
Suara ledakan dari Gunung Kelud terdengar sangat keras sampai ke Kota Kediri yang mana jaraknya adalah 45 kilometer dari kubah lava.
Dampak lain dari letusan Gunung Kelud pada tahun 2014 yaitu terjadinya hujan kerikil dan abu vulkanik yang membuat jarak pandang masyarakat terganggu.
Selain itu, sejumlah kota dan terhitung 7 bandara juga terkena dampak dari abu vulkanik dan kerikil letusan Gunung Kelud.
Diketahui bahwa alasan lain yang membuat Gunung Kelud menjadi gunung berapi aktif paling berbahaya di Jawa Timur adalah rentang waktu letusan yang relatif pendek.
Rentang waktu terjadinya erupsi ataupun letusan dari gunung berapi aktif, Gunung Kelud di Jawa Timur adalah sekitar 7 hingga 25 tahun.
Ledakan terdahsyat dari gunung berapi aktif di Jawa Timur ini terjadi pada tahun 1919 dimana dampaknya adalah menghancurkan 100 desa.
Selain itu, lahan seluas 15.000 hektar juga mengalami kerusakan akibat aliran lahar yang mengalir sepanjang 38 kilometer.
Ledakan gunung berapi aktif di Jawa Timur pada tahun 1919 ini paling sedikit memakan korban hingga 5.000 orang.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi