Gunakan Teknologi Hydropower, Jembatan Rp1 Triliun di Pontianak Kalimantan Barat Bisa Aliri Listrik Sendiri

inNalar.com – Salah satu jembatan yang terletak di Pontianak Kalimantan Barat gunakan teknologi Hydropower.

Jembatan di Pontianak Kalimantan Barat ini memiliki total bentangan 700, meter dengan bentang utamanya sepanjang 365 meter dengan lebar 30 meter.

Pembangunan jembatan Garuda dengan teknologi yang bisa mengaliri listrik, jadi yang pertama di Indonesia.

Baca Juga: Dananya Rp1 Triliun, Jembatan di Pontianak Kalimantan Barat Ini Tanpa APBN dan APBD, Uangnya dari Mana?

Pembangunan tersebut membutuhkan anggaran Rp 1 Triliun yang berasal dari uang investor asing.

Dana tersebut diperoleh melalui skema dari Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Jembatan Garuda di Kalimantan Barat akan dibangun dengan kelebihan berupa teknologi fitur pembangkit listrik dengan menggunakan tenaga air.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Bingung Termasuk Introvert atau Ekstrovert? 10 Soal Singkat Ini Bantu Kamu Ungkap Kebenaran

Pembangunannya akan menggunakan air yang berasal dari arus Sungai Kapuas yang letaknya berada di bawah jembatan tersebut.

Nantinya, Jembatan Garuda di Pontianak akan mampu mengaliri listrik sendiri untuk memenuhi kebutuhan dar jembatan tersebut.

Teknologi yang digunakan untuk mengaliri listrik disebut dengan teknologi Hydropower dengan pembangkit listrik air pasang.

Baca Juga: Mangkrak 16 Tahun hingga 3 Kali Ganti Bupati, Pembangunan Jalan Rp159 M di Maluku Utara Belum Rampung

Dengan teknologi yang digunakan, Jembatan di Kalimantan Barat ini akan mr jadi jembatan pertama dengan power mandiri di Indonesia.

Penggunaan Hydropower akan mendukung penggunaan listrik sendiri, sehingga jembatan modern itu tidak menggunakan listrik PLN akan tetapi arus sungai.

Listrik yang dihasilkan akan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik untuk lampu di Jembatan Garuda Pontianak atau kebutuhan yang lainnya.

Dilansir dari Pemkot Pontianak, jembatan tersebut akan menjadi penghubung dari Jalan Bardan Nadi hingga ke Terminal Siantan.

Konektivitas yang dibangun di Kalimantan Barat akan mempermudah akses masyarakat dan mampu meningkatkan perekonomian.

Terutama dengan teknologi Hydropower yang dapat menghemat pengeluaran biaya akan listrik.

Jika biaya yang dikeluarkan bisa ditekan, maka akan berdampak terhadap perolehan laba yang bisa meningkatkan ekonomi di wilayah Pontianak. ***

 

Rekomendasi