Gunakan Teknologi HPAL, Smelter Nikel di Sulawesi Tenggara Ini Habiskan Rp67 Triliun dan Hasilkan 120.000 MT

inNalar.com – Smelter nikel atau industri peleburan nikel masih menjadi salah satu Proyek Strategis Negara (PSN) yang masih terus digarap hingga sekarang.

Salah satu proyek PSN di Indonesia adalah smelter nikel milik PT Kolaka Nikel Indonesia di Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara.

PT Kolaka Nikel Indonesia sendiri merupakan sebuah perusahaan gabungan atau joint-venture company antara PT Vale Indonesia Tbk dengan perusahaan asal China, Zhejiang Huayou Cobalt Co. Ltd. (Huayao).

Baca Juga: Hampir Menyentuh Angka Rp500 Triliun, Bunga Utang Pemerintah Mengalami Peningkatan, Meskipun Begitu…

Pembangunan dari smelter nikel ini dilangsungkan dengan groundbreaking atau peletakan batu pertama pada November 2022.

Smelter nikel di Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara ini memiliki luas area sekitar 20.286 hektar.

Setelah pembangunannya selesai, nantinya smelter nikel ini akan mampu menghasilkan kurang lebih 120.000 metrik ton (MT) nikel per tahun.

Baca Juga: Jalan Akses Tol untuk Makassar New Port Senilai Rp705 miliar Guna Mempermudah Akses Pelabuhan dan Bandara

Hasil produksi nikel dari smelter ini nantinya akan berbentuk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP).

Pengolahan nikel di pabrik peleburan ini menggunakan teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL).

Produk MHP dari smelter nikel ini merupakan MHP kadar rendah/limonit (rata-rata 1,3%) dan merupakan bahan baku untuk pembuatan baterai mobil listrik.

Baca Juga: 14 Tahun Terdampak Gempa 7,6 SR, Akhirnya Pasar Terbesar di Padang Akan Dibangun Kembali, Anggaranya…

Adapun biaya yang dihabiskan untuk pembangunan smelter nikel di Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara ini adalah sekitar Rp67 triliun.

Selain itu, pembangunan smelter nikel di Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara ini juga tetap memperhatikan dampak ke lingkungan sekitar.

Dilansir inNalar.com dari kppip.go.id, PT Vale Indonesia terus menjaga keberlangsungan hidup alam sekitar.

Baca Juga: 3 Tahun Lagi! Smart City IKN Kalimantan Timur Akan Miliki Bus Tanpa Supir Hingga Mobil Terbang, Benarkah?

Selain itu, pembangunan smelter nikel ini juga berpengaruh besar terhadap masyarakat yang tinggal di lingkungan pabrik.

Dengan dibangunnya smelter ini, diperkirakan sekitar 12.000 tenaga kerja akan diserap.

Selain itu, proyek smelter nikel PT Vale Indonesia ini ternyata sudah ditunggu-tunggu selama kurang lebih 5 tahun oleh masyarakat Kolaka.***

 

 

Rekomendasi