

inNalar.com – Jika persoalan limbah tidak segera diatasi, Jakarta berisiko menghadapi krisis air bersih. Limbah memiliki potensi mencemari lingkungan, terutama sumber air tanah.
Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mempersiapkan sejumlah langkah untuk menangani limbah domestik di Jakarta.
Salah satunya adalah Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) Zona 1, yang diharapkan mampu menjadi solusi dalam pengelolaan limbah.
Langkah ini sangat penting bagi Jakarta, sebagai pusat ekonomi dan administrasi yang menghasilkan volume limbah domestik tinggi dan berpotensi mencemari lingkungan.
Proyek ini diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2020 dan juga Pergub No.41 Tahun 2016 yang juga mengatur Rencana Induk Pengembangan Sarpras Pengelolaan Air Limbah Domestik.
Tingginya potensi pencemaran lingkungan, khususnya air tanah yang terjadi karena kurangnya fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai.
Sehingga limbah sering kali langsung dibuang ke sungai atau badan air.
Dicanangkanlah proyek JSDP Zone 1 yang bertujuan untuk membangun instalasi pipa serta instalasi pengolahan limbah dengan lebih terstruktur sehingga dapat mengatasi masalah limbah ini.
Diharapkan langkah ini akan meningkatkan kualitas hidup warga dengan memastikan limbah domestik dikelola secara efektif.
Kemudian mengurangi pencemaran air, dan mencegah penyebaran penyakit akibat kontaminasi air.
Qurrotu Ainy selaku Kasatker PPP Wilayah II BPPW Jakarta Metropolitan menyampaikan dalam berita nasional, JSDP zona 1 akan kelola air limbah berkapasitas 240.000 meter kubik per harinya.
Dan dapat melayani 1 juta jiwa di 8 kecamatan di Kota Jakarta Pusat, Barat dan Utara.
Metode Micro tunneling
Micro tunneling adalah teknik pengeboran tanah yang menggunakan mesin bor berukuran kecil untuk memasang pipa dengan tingkat presisi tinggi.
Keunggulan utama teknologi ini adalah kemampuannya untuk melakukan pengeboran tanpa perlu menggali jalan atau merusak permukaan tanah.
Dengan menggunakan teknologi micro tunneling, proyek ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pengelolaan limbah tetapi juga menjaga kelancaran mobilitas di kota yang padat.
Pendanaan Proyek
Sebagian besar pembiayaan untuk proyek ini diperoleh melalui pinjaman dari JICA (Japan International Cooperation Agency), dengan rencana penyelesaian pada Oktober 2027.
Proyek ini juga dikerjakan dengan kerja sama yang erat bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang turut mendukung dari segi pendanaan.
Serta mendukung dalam perencanaan pengembangan jaringan pipa untuk pengelolaan air limbah.
Harapannya, kolaborasi ini dapat mendukung kesuksesan proyek dengan penerapan teknologi canggih dan standar internasional yang diadopsi oleh JICA.
Manfaat Utama JSDP Zona 1
1. Pengelolaan Limbah yang Terintegrasi
Dengan adanya sistem perpipaan yang terhubung, limbah domestik akan dialirkan menuju Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Dimana limbah tersebut akan diproses dan dibersihkan sebelum akhirnya dibuang ke lingkungan, sehingga meminimalkan dampak negatif terhadap alam.
2. Mencegah Kontaminasi Sumber Air Tanah
Tanpa sistem pengelolaan yang tepat, septic tank dapat mencemari air tanah dengan bakteri dan zat berbahaya lainnya.
Karena itulah, proyek ini juga akan menuntaskan permasalahan septic tank yang jaraknya terlalu dekat dengan sumur air tanah.
3. Meningkatkan Kualitas Hidup dan Kesehatan Masyarakat
Dengan terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sumber air yang terbebas dari kontaminasi.
Sehingga, kesehatan masyarakat akan lebih terjaga, mengurangi risiko penyakit yang terkait dengan air yang tercemar.
4. Mendukung Pembangunan Berkelanjutan
JSDP Zona 1 menjadi langkah jitu dalam pembangunan infrastruktur ramah lingkungan dan sustainable, tentu hal ini sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan Indonesia.
Meskipun proyek ini memberikan banyak manfaat, pasti terdapat tantangan dalam pelaksanaannya.
Seperti kebutuhan koordinasi antara sektor-sektor yang berbeda dan pentingnya pemahaman masyarakat terkait sistem pengelolaan air limbah.
Karena itu, dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta, sangat diperlukan untuk memastikan kelancaran dan keberhasilan proyek ini.
Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jakarta Metropolitan telah merencanakan proyek ini dengan cermat untuk memastikan kelancaran pembangunan tanpa mengganggu kenyamanan warga.
Proyek JSDP Zona 1 bukan hanya sekadar proyek infrastruktur. Tetapi juga investasi untuk masa depan kota besar yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.*** (Aliya Farras Prastina)