

inNalar.com – Tak dapat dipungkiri bahwa salah satu kota terbesar di Jawa Timur ini memiliki jejak kecanggihan teknologi di masa lampau, terlihat dari adanya salah satu infrastruktur di Surabaya yang masih terlihat hingga kini.
Jejak kecanggihan teknologi di zaman penjajahan Belanda ini salah satunya adalah bangunan jembatan yang kini nampak terbengkalai di daerah Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya, Jawa Timur.
Meski begitu, berdasarkan pantauan melalui portal data yang ada di laman Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya, rupanya jembatan yang nampak terbengkalai ini merupakan salah satu aset bangunan cagar budaya.
Penamaan Jembatan
Jembatan tercanggih di Jawa Timur pada masa 1939 ini namanya adalah Ferweda Brug.
Infrastruktur penghubung dua daraan ini berlokasi di Jalan Jakarta, Perak Timur, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya, Jawa Timur.
Jembatan Ferweda Brug atau yang kini dikenal dengan nama ‘Petekan’ sendiri diambil dari nama seorang tokoh Angkatan Laut Hindia Belanda yang bernama Admiraal Ferweda.
Berhubung nama jembatan tersebut diambil dari Bahasa Belanda dan dirasa sulit untuk dituturkan oleh warga Indonesia kala itu, membuat namanya lebih dikenal menjadi Jembatan Petekan.
Kecanggihan Jembatan Petekan
Letak kecanggihannya memang ada di ‘Petekan’ nya. Penamaan tersebut berasal dari Bahasa Jawa yang artinya adalah dipencet.
Jembatan tercanggih di Jawa Timur ini mampu bergerak buka – tutup secara otomatis jika operator mesinnya di pencet.
Baca Juga: Ini 5 Kuliner Khas Kalimantan Utara yang Wajib Dicoba, Salah Satunya Sudah Ada Sejak Zaman Kerajaan?
Biasanya, jembatan ini akan membelah secara otomatis apabila ada kapal besar melintasi Sungai Kalimas.
Kapal-kapal yang melintas biasanya mengarah ke Pelabuhan Kalimas yang kala itu menjadi pusat perniagaan antar negara dan untuk kepentingan angkut hasil bumi rempah Surabaya.
Infrastruktur peninggalan Belanda ini disebut jadi yang tercanggih pada masa 1939.
Detail Bangunan Jembatan Petekan
Apabila menilik sumber buku yang berjudul “Pembangunan Pelabuhan Surabaya dan Kehidupan Sosial Ekonomi di Sekitarnya pada Abad XX”, dijelaskan mengenai serba – serbi Jembatan tertua di Surabaya, Jawa Timur.
Diketahui bahwa proses pembangunan Jembatan bersejarah di Surabaya ini dimulai dari tahun 1900 hingga akhirnya selesai pada tahun 1939.
Pihak yang membangun jembatan ini adalah NV. Machinefabriek Braat and Co.
Jembatan tercanggih di Jawa Timur ini dahulu menggantung megah di atas ketinggian 1,7 meter dan panjangnya 150 meter.
Terdapat pilar dalam infrastruktur modern tempo dulu ini yang ukurannya 11 meter x 50 meter.
Adapun biaya pembangunannya pada tahun 1939 tercatat dalam sejarah sebesar 133.100 Gulden.
Peran Strategis Jembatan Petekan
Jembatan ini dibangun untuk memenuhi dua manfaat sekaligus. Pertama, infrastruktur modern ini difungsikan sebagai penghubung dua daratan yang terbelah oleh sungai Kalimas.
Kedua, digunakan sebagai lalu lintas kapal besar yang hendak masuk ke pelabuhan Kalimas.
Sebagaimana kala itu, Pelabuhan Kalimas ini cukup sibuk, karena digunakan sebagai pusat perdagangan internasional dan juga sebagai dermaga penghubung antar pulau di Indonesia.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi