

inNalar.com – Pembangunan di Kota Makassar Sulawesi Selatan ini merupakan pembangunan jalur pedestrian yang terletak di kecamatan Tamalate.
Menelan anggaran hingga ratusan miliar pembangunan jalur pedestrian di Kota Makassar Sulawesi Selatan tidak jelas.
Ketidakjelasan tersebut membuat negara menjadi rugi akibat pembangunan di Kota Makassar yang bermasalah.
Baca Juga: Kalimantan Timur Bangun Gedung Senilai Rp1,34 Triliun, Ternyata Digunakan untuk Memberikan…
Anggaran yang digunakan untuk proyek pembangunan jalur pedestrian yang terletak di Kota Makassar ini bersumber dari APBD.
Total anggaran yang digunakan untuk pelaksanaan pembangunan proyek jalur pedestrian ini nominalnya sebesar Rp210 miliar.
Diketahui pembangunan jalur pedestrian yang terletak di kota Makassar ini sudah menghabiskan anggaran Rp35 miliar selatan kegiatan proyek berlangsung.
Tetapi proyek tersebut tidak diteruskan kembali akhirnya pembangunan jalur pedestrian di Kota Makassar mangkrak hingga terbengkalai.
Hal tersebut diketahui adanya permasalahan mengenai lahan yang digunakan sebagai tempat pembangunan jalur pedestrian di kota Makassar Sulawesi Selatan.
Lahan yang digunakan untuk pembangunan tersebut bukan milik negara, dan terjadi adanya permasalahan penggunaan anggaran yang tidak semestinya.
Baca Juga: Jembatan Bahtera Penghubung Bangka – Sumatra Batal Dibangun, Benarkah Dana Menjadi Masalah Utama?
Sehingga proyek pembangunan jalur pedestrian di Kota Makassar berhenti sebab memiliki permasalahan mulai dari lahan hingga penyalahgunaan anggaran yang digunakan.
Seharusnya sebelum melakukan pembangunan proyek di yang terletak di Kota Makassar ini, lahan yang akan digunakan harus diserahkan dulu ke Pemerintah Kota Makassar Sulawesi Selatan.
Mengingat nilai anggaran yang digunakan untuk kelangsungan pembangunan jalur pedestrian tidak main-main.
Proyek pembangunan jalur pedestrian yang berada di Kota Makassar ini berada di pinggir jalan, sehingga terjadinya penyempitan pada jalan raya.
Akibatnya arus kendaraan menjadi terlambat dan juga proyek pembangunan jalur pedestrian tersebut menyatu dengan jalan trans Sulawesi Selatan.
Jalan trans tersebut menghubungkan dengan daerah Gowa dan juga daerah Takalar yang berada di Sulawesi Selatan.***