Gunakan APBD Rp4,2 Miliar, Jawa Timur Akhirnya Punya Pabrik Pupuk Baru yang Hasilkan 8 Ton Per Jam, Lokasinya…

InNalar.com – Sebuah pabrik pupuk baru akan dibangun di Jawa Timur yang menelan anggaran APBD hingga miliaran rupiah.

Para petani di Jawa Timur kini tak perlu khawatir lagi karena pemerintah membangun pabrik pupuk baru.

Pabrik pupuk baru itu akan dibangun oleh pemerintah setempat di daerah Jember, Jawa Timur.

Baca Juga: Negara Rugi Rp 7,3 Miliar, Proyek Perusahaan Pupuk di Kalimantan Barat Ini Mencurigakan, Ternyata yang Terjadi

Kini pabrik tersebut mulai di bangun di Desa Wirowongso di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Melansir dari Antara, pabrik tersebut di berada di atas tanah Pemkab Jember seluas 7,3 hektare.

Namun untuk pembangunan pabrik pupuk organik itu hanya membutuhkan 3.000 meter persegi saja.

Nantinya sisanya akan digunakan untuk uji coba perikanan, pertenakan dan pertanian.

Baca Juga: Mampu Produksi Pupuk Sebanyak 5 Juta Ton, Ternyata Segini Pendapatan Pabrik Pupuk di Gresik Jawa Timur

Imam Sudarmadji selaku Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Jember mengatakan bahwa pembangunannya mengenakan APBD sebanyak Rp4,2 miliar.

Akan tetapi sang pemenang lelangnya mampu membangun hanya dengan dana Rp3,2 miliar saja.

Pembangunan pabrik pupuk organik tersebut rencananya bakal rampung pada Desember 2023. Kemudian diharapkan bisa diresmikan sebelum awal 2024.

Nantinya pabrik pupuk baru di Jawa Timur ini bisa menghasilkan kapasitas 8 ton per jam.

Baca Juga: Jangan Salah Kira, Kabupaten Jember Ternyata Punya 7 Kecamatan Teramai di Jawa Timur, Juaranya Bukan Kaliwates

Hendy Siswanto selaku Bupati Jember mengatakan bahwa pabrik pupuk baru tersebut diharapkan bisa membantu petani setempat.

Dengan adanya pabrik itu, petani setempat tidak lagi kesulitan dalam mendapatkan pupuk organik terutama dengan harga yang terjangkau.

Pasalnya, pupuk organik sangat penting karena bisa meningkatkan produksi dan hasil pertanian.

Pembangunan pabrik pupuk ini juga diharapkan bisa menjadikan Jember sebagai wilayah daerah mandiri pangan.***

Rekomendasi