

InNalar.com – Orang-orang mungkin sudah tidak asing dengan pembangunan jalan tol di Indonesia.
Namun bagaimana dengan pembangunan jalan tol yang menggunakan bahan dasar bambu?
Itulah yang terjadi pada jalan tol di Jawa Tengah, yang hingga menggunakan 10 juta bambu dalam konstruksi pembangunannya.
Selama melakukan perbaikannya di beberapa waktu yang lalu, jalan tol di Jawa Tengah ini diperbaiki menggunakan bambu sebagai pengganti tanah.
Selain menggunakan bambu, jalan tol di Jawa Tengah ini juga memiliki nama lain, yaitu tol atlantis.
Meskipun terkesan memiliki nama yang indah, sayangnya jalan tol Jawa Tengah ini sering mengalami tanah yang amblas.
Baca Juga: Mega Proyek Terbesar Indonesia, Habiskan 572 Triliun dan Jadi Tol Sepanjang 2749 KM, Bisa Tebak?
Pasalnya, area perbatasan pada tol di Jawa Tengah ini berbatasan dengan tanggul laut, dan karakteristik tanahnya merupakan very soft soil, atau bisa disebut juga dengan tanah lunak.
Dilansir InNalar.com dari pu.go.id, karena itu Perbaikan kondisi tanah (soil improvement) di jalan tol atlantis Jawa Tengah itu akan menggunakan konstruksi matras bambu.
Jalan bebas hambatan yang menggunakan bahan dasar bambu dalam pembuatannya adalah jalan tol Semarang-Demak, Jawa Tengah.
Meskipun bambu, namun anggaran yang dikeluarkan tetap saja mencapai 5,9 triliun.
Sedangkan bambu tersebut nantinya akan digunakan sebagai matras, yang berfungsi dalam meningkatkan daya dukung tanah dasar agar dapat menjadi lebih kuat dan kokoh.
Bambu yang dimaksud nantinya akan disusun hingga menjadi setebal 17 lapis, sebagai pengganti tanah pada jalan tol Semarang-Demak, Jawa Tengah.
Meskipun tertumpuk menjadi 17 lapis, tentu perangkaian bambunya tidak mungkin dipasang secara sembarangan.
Karena selama melakukan masa pengujian, tindakan yang dilakukan selama mengujinya dilakukan dalam 2 jenis.
2 jenis itu adalah jenis uji tarik sistem matras bambu, dan uji lentur sistem matras bambu.
Tujuan dari 2 jenis itu dilakukan adalah untuk dapat mengetahui perilaku bambu yang dirangkai menjadi satu-kesatuan sebagai matras saat mengalami gaya tarik secara horisontal, dan gaya tekan saat mengalami tekanan secara vertikal.
Tentu meskipun sebagai bahan dasar, yang digunakan bukan hanyalah bambu semata.
Karena Selain menggunakan sistem matras bambu, tanah di sekitaran jalan tol Atlantis ini juga ditambahi pemasangan material lain.
Material tersebut adalah pengalir vertikal pra-fabrikasi, atau PVD, serta ditambahi melakukan pembebanan melalui material pasir laut yang diambil oleh alat Trailing Suction Hopping Dredger.
Dengan begitu, jalan tol Semarang-Demak di Jawa tengah ini merupakan konstruksi baru yang pertama kalinya dilaksanakan di Indonesia.
Karena itulah ini merupakan tantangan bagi Kementerian PUPR, selama melakukan pelaksanaannya.
Perlu diperhatikan, kini jalan tol Semarang-Demak Jawa Tengah ini sudah beroperasi dan sudahtelah diresmikan juga pada beberapa waktu yang lalu. ***