Guna Antisipasi La Nina, Bendungan Senilai Rp1,27 Triliun di Sulawesi Selatan Ini Dapat Mengairi…

inNalar.com – Bendungan merupakan salah satu infrastruktur yang memiliki banyak sekali fungsi.

Salah satu fungsi dari bendungan adalah menampung air dan mengalirkannya ke daerah yang membutuhkan.

Namun, bendungan di Sulawesi Selatan ini memiliki fungsi lebih dari itu.

Baca Juga: Dilengkapi Alat Peredam Gempa, Jembatan Pelengkung Baja di Sulawesi Selatan Kuras APBD Rp75 Miliar

Nama dari bendungan di Sulawesi Selatan ini adalah Bendungan Karalloe yang berada di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa.

Pembangunan dari Bendungan Karalloe ini sudah dilakukan sejak Desember 2013.

Proyek pembangunan bendungan ini terbagi dalam dua paket, yakni pake I dan paket II.

Paket I meliputi pembangunan bendungan utama, bendungan pelimpah, relokasi dan rehabilitasi jalan, serta terowongan pengelak.

Baca Juga: Sedot Biaya Rp1,3 Triliun, Pembangunan Bendungan di Sumatera Utara Bakal Rampung Tahun 2024, Benarkah?

Kontraktor dari pembangunan paket I ini adalah PT Nindya Karya (Persero).

Pembangunan paket I dilakukan mulai tahun 2013 hingga 2019 dengan menelan biaya yang bersumber dari APBN sekitar Rp 568 miliar.

Kemudian, pembangunan paket II merupakan lanjutan dari paket I yang dikerjakan oleh PT Nindya Karya (Persero) – PT Rezeki.

Pembangunan paket II ini menghabiskan dana APBN TA 2008 – 2020 senilai Rp 657 miliar.

Baca Juga: Diklaim Paling Ramah Lingkungan se-Indonesia! Smelter Nikel di Sulawesi Selatan Telan Investasi Rp3,2 Triliun?

Secara total, biaya yang dihabiskan untuk membangun Bendungan Karalloe ini adalah sekitar Rp 1,27 triliun.

Bendungan Karalloe selesai dibangun dan diresmikan langsung oleh Presiden Jokowi pada November 2021.

Dilansir inNalar.com dari pu.go.id, peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti bendungan oleh Presiden Jokowi.

Setelahnya, dilakukan pemutaran roda pintu air tanda dimulainya pengairan irigasi ke lahan pertanian milik warga.

Selain menjadi sarana irigasi, Bendungan Karalloe ini juga berfungsi sebagai tampungan banjir mengantisipasi La Nina.

Bendungan Karalloe sendiri memiliki kapasitas tampung sekitar 40,53 juga meter kubik. Sedangkan luas genangan dari bendungan ini adalah sekitar 248,50 hektare.

Luas area lahan pertanian yang dapat diairi oleh bendungan ini adalah sekitar 7.000 hektare.

Fungsi lainnya adalah bendungan ini dapat menyuplai air baku sebanyak 440 liter per detik.

Bendungan ini juga dapat digunakan sebagai pembangkit listrik mokrohidro dengan energi yang dihasilkan sekitar 4,5 megawatt (MW).

Tidak kalah dari fungsinya yang lain, Bendungan Karalloe ini juga bisa mereduksi banjir sampai 49%.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]