Google Pecat Ratusan Karyawan di Awal 2024 Imbas Persaingan AI


inNalar.com
– Google kembali melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap ratusan karyawan di awal tahun 2024. Aksi ini melanjutkan badai PHK perusahaan teknologi raksasa Alphabet Inc pada 2023 lalu.

Saat ini yang menjadi sasaran PHK Google adalah tim asisten digital, hardware dan Teknik, termasuk juga di divisi Google Assistant serta divisi tim hardware augmented reality. 

Pihak Google berdalih agar perusahaan bergerak lebih efisien dengan salah satu keputusannya merampingkan sumber daya mereka dengan prioritas produk terbesar yang dimiliki. 

Baca Juga: PHK 1627 Karyawan! Pabrik Sarung Melegenda di Jawa Tengah Kini Pailit dengan Tanggungan Sebesar Rp68 Miliar, Nama Produknya…

Badai PHK Google terbaru ini jelas mengingatkan kegelisahan para karyawan di bulan Januari 2023. Kala itu, ada 12.000 orang terdampat atas keputusan Chief Executive Office (CEO) Alphabet, Sundar Pichai.

Tahun lalu tercatat 6 persen dari total karyawan Google secara global harus dipecat. 

Pemecatan pada awal tahun 2024 ini terbilang lebih sedikit ketimbang tahun 2023, namun meluas ke tim perekrutan, konten berita, hingga aplikasi layanan peta digital Waze, Jumat (12/1/2024).

Baca Juga: Progresnya Baru 27 Persen, Proyek Bendungan Senilai Rp1,47 Triliun di NTT Ini Bakal Bantu Produksi Beras di Lahan Seluas 5.928 ha

Tench winter di tubuh Google saat ini juga imbas dari bisnis kunci mereka, yaitu search engine (mesin pencari) merasakan persaingan ketat dari penawaran AI dari saingannya, Microsoft Corp dan OpenAI dengan ChatGPT-nya.

Dalam sebuah diskusi dengan para investor beberapa bulan terakhir, para eksekutif Google berjanji untuk memeriksa operasional perusahaan dengan melakukan identifikasi tempat-tempat di mana mereka dapat melakukan pemangkasan.

Selain itu, membebaskan sumber daya untuk diinvestasikan para prioritas terbesar mereka.

Baca Juga: Jembatan Gantung di Kawasan Pedalaman Aceh Barat Selesai Dibangun, Warga Tak Perlu Lagi Sebrangi Derasnya Arus Sungai Pakai Seutas Tali

Hal ini sebagaimana diungkap langsung oleh juru bicara Google, Courtenay Mencini dalam sebuah wawancara.

“Sepanjang paruh kedua tahun 2023, beberapa tim kami melakukan perubahan untuk lebih efisien dan bekerja lebih baik, serta menyelaraskan sumber daya dengan prioritas produk terbesar mereka,” ungkap Courtenay, dikutip inNalar.com dari Reuters

“Beberapa tim terus melakukan perubahan organisasi semacam ini, yang mencakup beberapa penghapusan peran secara global.”

Baca Juga: Mangkrak! Proyek Jembatan Rp187 Miliar di Kalimantan Tengah Tiang Pancangnya Sampai Rusak, Nasibnya Kini…

Pernyataan tersebut diungkap setelah keputusan saham Alphabet mengalami koreksi tipis menjadi US$141,65 pada Kamis sore waktu New York.

Salah satu pendiri Fitbit, James Park dan Eric Friedman juga berencana meninggalkan Google sebagai bagian dari reorganisasi. 

Google mengakuisisi perusahaan smartwatch ini pada tahun 2019 dengan nilai US$2,1 miliar.

Baca Juga: Manfaatkan Dana APBN-APBD, Kalimantan Tengah Punya Jembatan Senilai Rp147 Miliar untuk Atasi Banjir, Namanya…

Pada tahun 2022, Google mulai menahan proses rekrutmen karyawan baru. Keputusan ini dilakukan setelah menggelar perekrutan besar-besaran sepanjang 2020 dan 2021.

Puncaknya saat Januari 2023, Google mengumumkan PHK terhadap 12.000 karyawan yang dilakukan secara bertahap.

PHK kala itu untuk divisi perekrutan merupakan tambahan, alias di luar jumlah tersebut yang diumumkan sebelumnya.

Rekomendasi