Gokil! Desa Penglipuran di Bangli, Bali Ini Dinobatkan Sebagai Desa Terbersih Sedunia, Apa Rahasianya?

inNalar.com – Jika Anda berkunjung ke Bali, jangan lupa untuk menilik desa Penglipuran yang ada di kawasan Bangli.

Desa Penglipuran dinobatkan sebagai desa terbersih di dunia pada tahun 2016. Kok bisa? Tentu penasaran bukan.

Warga desa Penglipuran memiliki kesadaran yang sangat tinggi akan kebersihan lingkungannya. Benarkah? Mari kita cek faktanya.

Baca Juga: Menelusuri Desa Kete Kesu, Warisan Tradisi dari Tana Toraja dengan Kuburan Ikonik Berusia 500 Tahun

Dilansir inNalar.com dari video YouTube yang diunggah oleh akun Ric snt, desa Penglipuran telah menjadi ikon pulau Bali.

Setiap hari, desa terbersih di dunia ini tidak pernah sepi pengunjung, baik lokal maupun internasional.

Bekerja Sama Mengolah Sampah

Sebagaimana julukannya, desa Penglipuran sangat bersih, nyaman, dan enak dipandang. Apa rahasianya?

Baca Juga: Rumah Berjajar Bak Crazy Rich, Warga Desa Pragaan di Sumenep Madura Ini Ternyata Isinya Pengemis Semua?

Warga desa setempat ternyata bekerja sama dan bahu membahu mengelola sampah sebaik mungkin.

Setiap rumah dan titik-titik tertentu, ada dua tong sampah untuk sampah organik dan anorganik.

Desa Penglipuran sudah memiliki tempat pengolahan sampah organik sendiri, untuk diolah menjadi pupuk.

Baca Juga: Menilik Saka Lawang: Pengolahan Tebu Secara Tradisional di Kabupaten Agam, Masih Pakai Tenaga Kerbau?

Pupuk hasil sampah organik inilah yang digunakan warga untuk melakukan penghijauan di desa.

Sebagian pupuk lainnya dijual, dan hasil keuntungannya digunakan untuk membiayai pengelolaan sampah.

Bagaimana dengan sampah anorganik seperti plastik? Warga desa Penglipuran membawanya ke pusat daur ulang di Denpasar, ibukota Bali.

Selain pengelolaan sampah yang baik, warga desa setempat memiliki kesadaran untuk menyapu dan membersihkan lingkungan sekitarnya.

Karakter dan kepedulian ini sudah diwariskan secara turun temurun dari leluhur mereka. Maka jangan salah jika desa Penglipuran mendapat penghargaan.

Menggunakan Konsep Tri Mandala

Kebersihan biasanya terlihat dari kerapiannya juga. Jika Anda berkunjung ke desa Penglipuran, Anda akan menyaksikan rumah dan jalanan yang rapi.

Ada jalan lebar di tengah-tengah desa. Namun, jalan ini tidak boleh dilintasi kendaraan. Hanya untuk pejalan kaki.

Sepanjang jalan itulah, pengunjung akan melihat gapura rumah yang hampir mirip dan disusun berjajar.

Ternyata, dibalik keindahan susunan desa Penglipuran, ada konsep Tri Mandala yang berperan.

Desa ini dibagi menjadi tiga wilayah yang disebut dengan Utama Mandala, Madya Mandala, dan Nista Mandala.

Utama Mandala adalah kawasan berada di ketinggian paling atas, yaitu rumah para dewa atau tempat peribadatan.

Baca Juga: Mengintip Uniknya Suku Hongana Manyawa di Hutan Halmahera, Kian Terancam dengan Hadirnya Tambang Nikel?

Madya Mandala adalah kawasan yang berada di tengah, yaitu rumah penduduk yang disusun rapi di sepanjang jalan tengah.

Sementara Nista Mandala, letaknya ada di ujung, yaitu zona khusus pemakaman penduduk desa Penglipuran.

Wilayah yang sudah dipetakan sedemikian rupa, membuat tampilan desa terbersih di dunia ini tidak terkesan semrawut.

Keasrian Lingkungan Terjaga

Tak seperti di kota atau desa lainnya, desa Penglipuran tidak bising meski banyak wisatawan yang datang.

Hal ini disebabkan oleh jalan utama di tengah desa yang tak boleh dilintasi kendaraan. Pedagang keliling juga tidak ada di desa ini.

Sejauh mata memandang, di kanan kiri desa terbersih di dunia ini ada banyak tanaman dan perkebunan.

Selain itu, desa Penglipuran ini ternyata dikelilingi oleh hutan bambu yang ditata dengan indah.

Warga setempat percaya bahwa pohon bambu dapat melindungi mereka. Sehingga, mereka tidak menebangnya sembarangan.

Fakta lainnya, dari 112 hektar luas desa Penglipuran, 45 hektar di antaranya ternyata didominasi oleh pohon bambu ini. ***

 

Rekomendasi