Girls, Pilih Nikah Muda atau Karir? Tips Ini Bisa Jadi Membuat Masa Depanmu Cerah


inNalar.com – Dalam sebuah acara sudut pandang di channel youtube Cretivox, terdapat empat perempuan dua diantaranya bernama Fiona dan Diana selaku wanita karir. Sedangkan atas nama Nur dan Nastasha selaku mama muda.

Kerap kali kita mendengar sebua stigma masyarakat berupa; untuk apa perempuan itu kuliah lama-lama kalau pada akhirnya berada di dapur?

Ini membicarakan tentang stigma yang begitu sensitif saat didengar karena di sini Diana mengatakan jika hal ini menjadi lumrah di berberapa wilayah Indonesia.

Baca Juga: Mitos Desa Randegan di Sidoarjo: Jual Nasi dan Rujak Uleg Diduga Bikin Sial hingga Datangkan Kematian

Fiona juga berkata jika wanita di atas umur 25 tahun itu kerap kali dibilang ‘tidak laku’ padahal baginya dan keluarganya mengatakan bahwa wanita juga harus pekerja keras.

Jadi alangkah baiknya sambil menyiapkan mental, perempuan harus independent terlebih dahulu. Karena bagi Fiona, ia tidak ingin terlalu bergantung pada pasangannya kelak.

Ternyata dari sudut pandang Natasha, istri juga bebas memilih untuk sambil bekerja atau tidak, dan ini tergantung dengan pola pikir pasangan masing-masing.

Baca Juga: Kerap Dijuluki Pantai Jodoh, Pesona Wisata di Banjarmasin Ini Suguhkan Pemandangan Memukau saat Senja

Natasha juga mengatakan jika tidak ada tuntutan atau patokan umur untuk menikah karena baginya, menikah itu tergantung pada diri sendiri, serta kesiapannya.

Menikah juga alangkah baiknya dilakukan tanpa ada unsur keterpaksaan sekitar karena harus dimulai dengan kemauan diri sendiri selagi mendapatkan pasangan yang tepat.

Jadi kesimpulan dalam konten sudut pandang ini tidak mengharuskan untuk menikah muda walaupun stigma di Indonesia tentang perempuan 20 ke atas seperti itu.

Baca Juga: Gaji PNS 10 Juta per Bulan? Begini Tingginya Biaya Hidup di Pedalaman Papua, Bak Negeri Lain

Perempuan dianjurkan untuk menikah saat memiliki kesiapan diri yang matang, pola pikir yang lebih dalam lagi serta pasangan yang tepat baginya.

Bahkan menikah muda juga tidak seburuk itu jika kita telah menemukan sosok yang benar-benar tepat sehingga mampu diajak kerja sama dalam membangun rumah tangga.

Diana juga berpesan bagi para perempuan untuk diatas 20 yang belum menikah untuk tidak merasa didesak waktu karena setiap seseorang memiliki waktunya masing-masing.

Tak hanya itu, Natasha memberi pesan bagi para mama muda di Indonesia yang mungkin merasa tidak peracya diri karena tidak sebebas waktu masa lajang atau bahkan tidak bisa berkeja karena kunci utama dalam rumah tangga itu komunikasi. Jadi jangan takut untuk meminta dukungan pada pasangan masing-masing. ***(Fildatul Hammi)

Rekomendasi