

inNalar.com – Sejak awal Gibran Rakabuming Raka menjadi cawapres Prabowo telah menjadi perbincarang publik.
Bahkan semenjak keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengetai batas usia capres dan cawapres, nama Gibran sudah naik.
Isu demi isu semakin banyak berkembang di masyarakat Indonesia salah satunya terkait ‘dinasti politik’.
Baca Juga: Gibran Rakabuming Panen Sindiran Netizen Usai Ketua MK Anwar Usman Dijatuhi Sanksi oleh MKMK
Masyarakat menganggap bahwa jadinya Gibran sebagai cawapres menjadi salah satu terbentuknya sebuat dinasti politik.
Tidak hanya ramai menjadi perbincangan warga Indonesia, bahkan media asing ikut menyoroti majunya anak Presiden Jokowi tersebut sabagai cawapres.
Salah satu media asing yang menyoroti majunya Gibran sebagai cawapres adalah Media Jerman Handesblat.
Bahkan dalam media tersebut disebutkan bahwa upaya Jokowi membangun dinasti politik telah cincai.
Bahkan usia Gibran yang masih berumur 36 tahun menjadi mudah maju menajdi cawapres karena peraturan bisa diubah oleh pamannya.
Langkah politik yang dilakukan Jokowi dianggap mematikan demokrasi Indonesia yang telah terbangun.
Baca Juga: Elektabilitas Pasangan Prabowo-Gibran Mulai Tergerus, Sinyal Kuat Adanya Kekecewaan Publik
Bahkan pengamat mengatakan minimnya pengalaman Gibran Rakabuming Raka dapat menjadi beban bagi Prabowo.
Hal tersebut diungkapkan oleh sebuah akun TikTok/ Kristina Galuh yang membeberkan terkait hal itu.
Bahkan menurut video tersebut, pengamat menilai cawapres yang lainnya memiliki rekam jejak yang mapan.
Seperti Cak Imin yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPR serta menjadi Ketum dari Partai PKB.
Bahkan, rekam jejak dari cawapres Ganjar, yaitu Mahfud MD pernah menjadi Menteri Pertahanan, Anggota DPR Komisi Tiga, dan lainnya.
Sedangkan jika dibandingkan dengan Gibran, hanya memiliki pengalam sebagai Walikota dan hanya selama dua tahun.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi