

inNalar.com – Ditemukan data bahwa ada lebih dari 620 ribu anak di Papua tidak bersekolah atau tidak menuntaskan pendidikannya.
Papua sendiri masih dihadapkan pada tantangan dan masalah dalam pengembangan mutu pendidikan seperti kesenjangan sosial sampai fasilitas pendidikan yang minim.
Kesenjangan sosial juga ekonomi terlihat signifikan dan berdampak besar pada akses Pendidikan di Papua.
Baca Juga: 10 Provinsi Tersantai di Indonesia: Pemudanya Banyak yang Pengangguran, Bukan di Jawa Barat, Tapi…
Khususnya untuk anak daerah pedalaman yang memiliki kendala ekonomi sehingga tidak dapat mengakses pendidikan tinggi, belum lagi infrastruktur pendidikan yang kurang memadai.
Selain itu, kondisi fasilitas pendidikan di Papua pun terbilang masih minim karena ditemukan kelas yang tidak layak, sanitasi yang belum memadai dan aksesibilitas yang belum terpenuhi.
Faktor-faktor tersebut menjadi hambatan proses belajar mengajar juga menjadi kendala dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi siswa.
Baca Juga: Kualitas Pendidikan di Papua Rendah: Lebih dari 50 Persen Kelas Rusak Bahkan Gak Punya Toilet
Selain itu, jumlah guru berkualifikasi di Papua pun terbilang minim.
Menarik dan mempertahankan guru-guru berkualifikasi menjadi tantangan besar bagi Papua.
Hal itu berdasarkan khususnya karena faktor geografis yang terbilang sulit dijangkau serta kondisi sosial ekonomi yang jauh berbeda dengan wilayah lainnya.
Baca Juga: Pernah Merajai Pasar Sejak 1912, Pabrik Rokok Legendaris di Jawa Timur Ini Akhirnya Dicaplok Asing
Hal tersebut menjadi hambatan besar dalam upaya rekrutmen dan retensi guru untuk wilayah Papua.
Pakar Pendidikan Universitas Papua, Dr. Agus Irianto Sumule menjelaskan bahwa kekurangan tenaga pendidik ini menjadi masalah yang mendasar mengenai hambatan pendidikan di Papua.
Menurutnya, penyelesaian masalah pendidikan harus dimulai dari ketersediaan tenaga guru untuk setiap jenjang pendidikan.
Baca Juga: Terbelit Tunggakan Rp41 Miliar, Pabrik Kertas Tertua di Jawa Timur Ini Resmi Bangkrut
Agus Irianto juga mengutarakan bahwa sekitar lebih dari 50 persen Sekolah Dasar (SD) mengalami kendala kekurangan guru.
Dirinya juga mengungkapkan bahwa seluruh wilayah Papua mengalami kekurangan guru hingga lebih dari 20 ribu.
Jumlah kekurangan tersebut belum termasuk kebutuhan guru untuk lebih dari 600 ribu anak usia sekolah yang tidak bersekolah atau tidak menyelesaikan Pendidikan.
Baca Juga: Berdiri Sejak 1994, Pabrik Sepatu Raksasa di Jawa Barat Ini Chaos Gegara Terlilit Utang Miliaran
Meskipun adanya rekrutmen guru dengan skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), namun provinsi-provinsi di Papua relatif lamban dalam memenuhi kebutuhan ini.
Agus Irianto juga menjelaskan mengenai diperlukannya tantangan dalam penerapan strategi penyiapan guru baru sebagai prioritas.
Seperti di kawasan Papua dengan kondisi geografis yang menantang, provinsi seharusnya mampu menghasilkan guru sendiri melalui adanya perguruan tinggi dengan fakultas keguruan.
Baca Juga: Bandung Kalah! Ini 5 Kabupaten Terpintar di Jawa Barat: Warganya Terkenal Cerdas
Selain itu, pemerintah perlu fokus juga pada peningkatan kualitas guru di Papua khususnya pada pengembangan guru-guru lokal di sana.
Dinilai perlu untuk diadakannya program pelatihan yang disesuaikan dengan konteks lokal Papua juga insentif yang menarik demi membantu meningkatkan jumlah dan kualitas guru di daerah tersebut.***