Gerus Dana Rp44,8 Miliar! Bendungan di Aceh Justru Bikin Petani Rugi Hingga Rp250 Miliar, Kok Bisa?

inNalar.com – Aceh merupakan salah satu provinsi di Pulau Sumatera yang dikenal dengan julukan Serambi Mekkah.

Dalam rangka meningkatkan sistem pengairan di salah satu daerah di Aceh, pemerintah mencanangkan pembangunan bendungan.

Proyek bendungan di Aceh ini dikenal dengan sebutan Bendungan Krueng Pase. Namun, belakangan diketahui bendungan ini justru rugikan petani.

Baca Juga: Pasar Tanah Abang Jakarta Sepi Pembeli, Menteri UKM Kunjungi Tanah Abang, Benarkah TikTok Shop Bakal Dihapus?

Lokasi proyek bendungan Krueng Pase ini berada di perbatasan Desa Leubok Tuwe Kecamatan Meurah Mulia dan Desa Maddi Kecamatan Nibong, Kabupaten Aceh Utara.

Proyek bendungan ini nantinya akan membendung sungai Krueng Pase dan memiliki potensi air yang melimpah.

Dilansir inNalar.com dari pu.go.id, bendungan ini nantinya akan memiliki potensi air untuk mengairi irigasi sawah seluas 8.922 hektar.

Baca Juga: 32 Tahun Beroperasi, Gerai Burger Terkenal Ini Bakal Buka Cabang Pertama di Kalimantan Utara, Lokasinya di…

Adapun area cakupan daerah Krueng Pase ini meliputi 8 kecamatan di Aceh Utara dan 1 kecamatan di Lhokseumawe.

Proyek bendungan Krueng Pase ini sebesarnya mulai dibangun pada tahun 2012 lalu.

Namun, proyek bendungan ini sempat mangkrak dimana pada tahun 2014 hingga 2019 tidak ada lanjutan pembangunan.

Baca Juga: Mitos Tak Biasa di Gunung Pegat Wonogiri, Pengantin Baru Tak Boleh Lewat Kecuali Lakukan Hal Ini

Pada saat mangkrak progres pembangunan bendungan Krueng Pase ini diperkirakan kurang dari 50 persen yakni sekitar 35 persen.

Kemudian, pada akhirnya proyek bendungan Krueng Pase ini dilanjutkan pembangunannya pada tahun 2021.

Pada tahun 2023 ini, pekerjaan pembangunan bendungan Krueng Pase ini telah dilakukan pemutusan kontrak dan progressnya mencapai 36,71 persen.

Baca Juga: Namanya Unik, Inilah Makna Dibalik Nama Kereta Cepat Jakarta-Bandung ‘WHOOSH’, Sarat Akan Filosofi?

Rencananya, pembangunan bendungan Krueng Pase ini akan dilanjutkan pada tahun 2024 mendatang.

Namun, mangkraknya bendungan ini tentunya menimbulkan sejumlah permasalahan bagi masyarakat sekitar, khususnya para petani.

Mangkraknya proyek pembangunan bendungan Krueng Pase ini membuat air tidak dapat mengaliri sawah-sawah miliki petani di Kabupaten Aceh Utara.

Baca Juga: Bergaji Rp7,5 Juta Hingga Rp10 Juta, 250 Fresh Graduate Direkrut Kominfo untuk Bertugas Perangi Hoax

Hal tersebut membuat petani-petani di Aceh Utara gagal panen, kehilangan pendapatannya dan rugi.

Dalam Sekali panen, pendapatan yang bisa diraup oleh petani-petani Aceh Utara ini adalah Rp250 miliar.

Artinya, dengan mangkraknya bendungan Krueng Pase ini membuat petani kehilangan pendapatan dan rugi sebesar Rp250 miliar.***

 

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]