Gerus Anggaran Senilai Rp45 Miliar, Pembangunan Terminal Bandara di Ternate Ini Terancam Gagal, Kok Bisa?

inNalar.com – Ternate merupakan salah satu daerah di Maluku Utara dengan mobilitas penduduk yang cukup tinggi.

Maka dari itu, di Ternate terdapat sebuah Bandara Internasional yang menjadi salah satu solusi atas tingginya mobilitas penduduknya.

Bandara tersebut dikenal dengan nama Bandara Sultan Babullah atau dikenal juga dengan nama Bandar Udara Ternate.

Baca Juga: Bidik Produksi 40.500 Ton Nikel, ANTAM Gaet PLN Guna Pasok Listrik Smelter Feronikel Haltim di Maluku Utara, Segini Daya Pembangkitnya

Lokasinya berada di Tafure, Kecamatan Kota Ternate Utara, Kota Ternate, Maluku Utara.

Dalam rangka meningkatkan pelayanan penerbangan, pemerintah setempat melakukan pembangunan terminal baru di Bandara Sultan Babullah.

Pada Desember 2023 lalu progres pembangunannya mencapai 80 persen.

Baca Juga: Aset ANTAM Tembus Rp35,5 Triliun, Smelter Feronikel Haltim di Maluku Utara Ini Bikin Produksi dan Penjualan Nikel Makin Jumbo

Jika memperhitungkan material on site sudah mencapai 91,9 persen, tetapi jika tanpa MOS berada dikisaran 83,8 persen.

Pada saat proses renovasi ini, terdapat sedikit penurunan dalam hal pelayanan.

Meskipun begitu, pengoperasian terminal bandara ini masin tetap berjalan dengan baik.

Baca Juga: Nilai Investasinya Rp14,7 Triliun, Smelter di Batu Hijau Diramalkan Mampu Produksi 222 Ribu Ton Katoda Tembaga

Dilansir inNalar.com dari Antara, proses pengembangan terminal baru di Bandara Sultan Babullah ini menghabiskan anggaran hingga Rp45 miliar.

Habiskan dana puluhan miliar, tersiar kabar bahwa pembangunan terminal baru di bandara ini terancam gagal.

Diduga dalam proses pembangunan terminal tersebut terdapat banyak masalah.

Baca Juga: Sumber Daya Pulau Gag 3,8 Juta Ton, Anak Usaha ANTAM Gandeng China Bangun Smelter Nikel Berkapasitas Jumbo di KEK Sorong Papua Barat

Maka dari itu, proyek yang selama ini diidam-idamkan masyarakat setempat ini diprediksi tidak akan selesai tepat waktu.

Diduga terdapat permainan kongkalikong dalam pekerjaan proyek pengembangan bandara ini.

Mengingat, terdapat pembangunannya tidak berjalan’ sesuai perencanaan dan tepat waktu karna banyak sekali kendala maupun masalah.

Baca Juga: Besaran Aset Alami Kenaikan, PT Amman Mineral Internasional Gelontorkan Dana Rp97,6 Miliar Guna Kegiatan Eksplorasi

Meskipun begitu, pemerintah setempat terus berupaya menyelesaikan proyek ini meski tidak tepat waktu.

Hal tersebut dikarenakan bandara ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan fasilitas bandara serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. ***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]