Gerogoti Rp40 Miliar! Megaproyek Irigasi di Sumatera Utara Ini Amburadul Tak Sesuai Harapan: Lokasinya…

inNalar.com – Pengerjaan proyek pembangunan jaringan irigasi yang berada di Sumatera Utara memiliki fungsi dan tujuan yang nantinya dapat digunakan untuk masyarakat.

Pembangunan jaringan irigasi di Sumatera Utara ini diduga adanya penyimpangan dan juga kejanggalan.

Hal tersebut disebabkan proyek pembangunan jaringan irigasi di Sumatera Utara ini kurang safety untuk para pekerja.

Baca Juga: Ada yang Mencapai 2,240 Mdpl, Inilah 4 Gunung Tertinggi di Kalimantan Timur, Nomor 2 Ramah Banget Loh!

Mengingat anggaran yang digunakan untuk pengerjaan pembangunan jaringan irigasi yang terletak di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Tentunya harapan dari pembangunan irigasi dapat berjalan dengan lancar sehingga dapat digunakan untuk masyarakat yang ada disana, nyatanya pembangunan irigasi yang terletak di Sumatera Utara ini memiliki banyak kekurangan dan juga kejanggalan.

Bahan pembangunan jaringan irigasi ini tidak sesuai dengan desain atau rancangan awal sebelum melakukan pembangunan.

Baca Juga: 5 Daerah Ini Punya Lahan Perkebunan Kelapa Terluas di Jawa Timur, Ada yang Sampai 46.518 Hektar

Banyaknya kekurangan yang terjadi ketika pembangunan tersebut berlangsung mulai dari banyaknya pengurangan volume pada pembangunan jaringan irigasi tersebut.

Tidak hanya itu bagian pondasi yang digunakan untuk memperkokoh pembangunan banyak yang tidak diberikan struktur yang kuat.

Tentunya pembangunan yang tidak sesuai prosedur perencanaan pembangunan dan menyalahi aturan nantinya juga berdampak pada irigasi tersebut.

Baca Juga: Resmi! Mahakam Ulu Punya Jembatan Baru, Rogoh Kocek Rp19 Miliar dan Dapat Pangkas Waktu Tempuh Antara…

Bahkan tebal dinding bagian bawah hanya 20 cm dan dicampur dengan semes pasir atau mortar yang tentunya digunakan, bahkan bahan batu yang digunakan masih mudah sehingga mudah untuk rapur dan tidak kokoh.

Teknik pengerjaan proyek pembangunan irigasi di Sumatera Utara ini juga tidak menerapkan keselamatan dan kurang safety.

Dilansir dari PUPR, anggaran yang digelontorkan tidak main-main dan memiliki nominal yang sangat besar, anggaran yang diperas untuk pelaksanaan pembangunan proyek jaringan irigasi ini sebesar Rp 40 miliar.

Biaya yang dikeluarkan tidak sesuai dengan realita pengerjaan yang ada di lapangan, para pekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri atau disebut dengan APB.

Akibat pembangunan yang asal-asalan dan tidak memenuhi kriteria dan menggunakan pasir yang tidak sesuai dengan rencana awal tersebut terkesan asal jadi saja.

Seperti ketidak kokohan bangunan sehingga irigasi tidak dapat bertahan dengan lama, mengingat irigasi tersebut memiliki manfaat yang dapat digunakan untuk masyarakat yang ada disana. ***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]