

inNalar.com – PT Merdeka Copper Gold Tbk adalah pihak yang memiliki saham 100 persen atas Proyek Tembaga Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur.
Proyek Tembaga Tujuh Bukit adalah salah satu proyek tembaga terbesar di dunia.
Kini, proyek tersebut masih dalam taham praproduksi dan baru akan mulai konstruksi pada tahun 2024 mendatang.
Dilansir inNlar.com dari merdekacoppergold.com, proyek Tembaga Tujuh Bukit mengandung sumber daya mineral sebesar 1,71 miliar ton.
Jumlah tersebut dengan kadar tembaga sebanyak 0.47 persen dan emas 0,50 g/t.
Sejak tahun 2018, MDKA telah berinvestasi 176 juta USD untuk studi kelayakan yang terperinci.
Baca Juga: Polemik Surat Edaran LGBT di Fakultas Teknik UGM
Studi kelayakan tersebut termask eksplorasi sepanjang 1.890 meter.
Kemudian, dilakukan pula pengeboran untuk mendefinisikan sumber daya, pemodelan geologi, studi teknis, dan studi pra-kelayakan.
Semua rangkaian kegiatan studi kelayakan tersebut baru rampung pada bulan Mei 2023 lalu.
Nantinya, Proyek Tembaga Tujuh Bukit akan memproses 24 juta ton bijih per tahun.
24 juta ton bijih tersebut menghasilkan 110.00 ton tembaga dan 350.000 ounces emas per tahun selama lebih dari 30 tahun.
Tentunya keuntungan yang didapatkan dari proyek ini nantinya tidak main-main.
Baca Juga: Koleksi Juliana Stephanie bersama Pix Footwear, Hadir Ekslusif Hanya di Shopee Finest
Namun, bukan berarti PT Merdeka Copper Gold Tbk terlepas dari hutang.
Menurut laporan keuangan resminya, pada tahun 2022 utang jangka pendek MDKA mencapai 604.538.725 USD.
Sementara itu, pada 2023 utang jangka pendek MDKA mengalami kenaikan menjadi 758.707.073 USD.
Kemudian, utang jangka panjang yang dimiliki korporasi ini pada tahun 2022 tercatat 1.247.293.742 USD.
Pada tahun 2023 utang jangka panjang yang dimiliki MDKA mencapai 1.312.927.572 USD.***