Gencatan Senjata Telah Berakhir, Israel Intesifkan Serangan di Gaza Selatan

inNalar.com – Israel menyerang sasaran-sasaran di Jalur Gaza Selatan pada hari Sabtu, 1 Desember 2023.

Pihak Israel mengintensifkan serangan baru setelah gencatan senjata selama seminggu dengan Hamas.

Hal tersebut tentunya akan menimbulkan kekhawatiran baru mengenai korban sipil di Gaza.

Sedikitnya terdapat 178 warga Palestina yang telah meregang nyawa sejak pertempuran yang kembali terjadi setelah gencatan senjata berakhir.

Baca Juga: Tinggalkan Format Debat 2019, KPU Pilih Skema Baru Uji Ketajaman Capres dan Cawapres Hadapi Pemilu 2024

Pada hari Sabtu, 1 Desember 2023, serangan Israel di daerah Khan Younis di Gaza Selatan.

Pihak militer Israel menyebarkan selebaran kertas sehari sebelum serangan untuk memperingatkan warga untuk pergi.

Namun hingga Jumat malam, belum ada laporan mengenai sejumlah besar orang yang meninggalkan negara tersebut.

Salah satu warga Gaza mengeluhkan bahwa tidak ada tempat aman untuk pergi.

Baca Juga: Guru PPPK 2023 Alami Peningkatan Kesejahteraan, Ternyata Segini Besaran Gaji dan Tunjangan Terbaru

Warga Gaza mengatakan bahwa sebelumnya pihak Israel mengusir mereka untuk pergi dari wilayah Utara.

Kini, pihak Israel kembali mendorong mereka untuk pergi dari wilayah selatan.

Diketahui bahwa hampir seluruh penduduk Gaza berdesakkan di wilayah Gaza Selatan tempat Israel mendesak warganya untuk pindah pada awal perang.

Sejak itu, pihak Israel pun berjanji untuk memperluas serangan daratnya.

Baca Juga: Dampingi Rehab Pecandu Narkoba, Tunjangan Kinerja PNS di BNN Jabatan Ini Auto Bikin Kerja Ikhlas Dunia Akhirat, Tukin Tertinggi Capai…

Warga sipil Gaza tidak dapat pergi ke Gaza utara atau negara tetangga Mesir, dan satu-satunya jalan keluar mereka adalah dengan berpindah-pindah di wilayah.

Mereka hanya dapat berpindah-pindah wilayah seluas 220 kilometer persegi di daerah Gaza.

Menanggapi seruan AS untuk melindungi warga sipil, militer Israel merilis peta online, namun tindakan mereka lebih membingungkan daripada membantu.

Peraturan ini membagi Jalur Gaza menjadi ratusan bidang yang diberi nomor dan digambar secara sembarangan, terkadang melintasi jalan atau blok, dan meminta warga untuk mengetahui nomor lokasi mereka jika terjadi evakuasi.

Baca Juga: IMF akan Merevisi Pandangan Regional Berkenaan dengan Konflik antara Hamas dan Israel

Publikasi tersebut tidak merinci ke mana orang harus mengungsi dan Tidak jelas bagaimana mereka yang tinggal di Gaza dapat mengakses peta tanpa listrik dan di tengah terputusnya telekomunikasi yang berulang kali.*** 

Rekomendasi