Gelontorkan Rp45 Miliar, Bandara di Jawa Barat Justru Mangkrak Hingga Sepi Penumpang, Kondisinya Kini…

inNalar.com – Sejak Joko Widodo (Jokowi) menjadi presiden, masyarakat Indonesia pastinya tahu jika banyak infrastruktur yang dibangun, termasuk bandara.

Akan tetapi siapa sangka? Bandar udara yang dibangun tersebut justru kini nampak mangkrak, karena tak ada penerbangan yang dilakukan.

Adapun bandar udara yang dimaksud ini berada di tasikmalaya, Jawa Barat.

Baca Juga: Link Live Streaming Atletico vs Sevilla di Perempat Final Copa del Rey: Los Nervionenses Usung Misi Balas Dendam

Padahal sebenarnya pemerintah telah mengeluarkan anggaran yang cukup besar dalam mengembangkan bandar udara tersebut.

Karena pada 2017, pemerintah telah melakukan pengembangan pada bandar udara tersebut agar kapasitasnya dapat menjadi lebih besar.

Dilansir InNalar.com dari laman dephub, anggaran yang dikeluarkan dalam melakukan pengembangan bandar udara tersebut sejak 2017 yakni sebanyak Rp45 miliar.

Baca Juga: Kesepakatan Pelepasan Sandera Sedang Diupayakan, Militer Israel Menyerbu Rumah Sakit di Khan Yunis Jalur Gaza Selatan

Sedangkan setelah pengembangan tersebut dilakukan, bandar udara ini telah rampung dan beroperasi kembali pada tahun 2019.

Bahkan dengan memiliki gedung terminal baru yang berukuran 1.100 m2, bandar udara tersebut kini mampu menampung sebanyak 150 penumpang per hari.

Selain itu, bandar udara yang berada di Tasikmalaya ini juga sekarang telah memiliki landasan pacu sepanjang 1600 meter.

Baca Juga: Terkendala Sepinya Investor, Pelabuhan Senilai Rp5 Triliun di Ambon Ini Batal Dibangun?

Pasalnya, sebelum ini bandar udara tersebut hanya memiliki landasan pacu sepanjang 1200 meter.

Terdapat rencana pula untuk mengembangkan bandar udara tersebutlebih lanjut, agar memiliki landasan pacu sepanjang 1800 meter atau 2000 meter.

Akan tetapi, sayangnya sejak 2020 bandara yang berada di Jawa Barat tersebut malah sepi penumpang, hingga nampak seperti mangkrak.

Baca Juga: Baru Diresmikan, Pabrik BioCNG Pertama di Langkat Ini Mampu Menghasilkan Biogas 300 MMBtu perHari, Bisa Gantikan LPG?

Seperti yang diketahui, pada tahun 2020 Indonesia tengah dilanda virus covid-19.

Virus tersebut menyebabkan mobilitas masyarakat menjadi berkurang, termasuk transportasi udara seperti pesawat.

Saat itulah sejak 2020 bandar udara yang berada di Tasikmalaya ini mengalami sepi penumpang, hingga tak ada lagi penerbangan yang berlangsung di lapangan terbang tersebut.

Baca Juga: Dilirik Investor China, Proyek Trem Bogor Perluas Opsi Kereta Tanpa Rel, Mampu Tekan Biaya Investasi dari Mulanya Rp6 Triliun Lebih Jadi…

Sebenarnya hal seperti ini juga terjadi juga pada banddar udara yang berada di Purbalingga, Blora, dan bandara kertajati yang diklaim jadi yang terbesar ke-2 di Indonesia.

Meski sudah 3 tahun bandar udara di Tasikmalaya tersebut nampak mangkrak karena tak ada aktifitas, namun sepertinya hal tersebut akan berubah sejak 2 Oktober 2023.

Karena sebelum itu pernah terjadi perjanjian kerja sama antara PT Citilink Indonesia dengan CV Adirama Mitra Sehati.

Baca Juga: Ditengok Jokowi, Jalan ‘Jeglongan Seribu’ di Sragen Jawa Tengah Bakal Mulus Berlapis Rigid Beton Berkat Paket Dana Jumbo Sebesar Rp204 Miliar

Adapun nama dari bandar udara yang dimaksud adalah Bandara Wiriadinata.

Sebagai tambahan, dengan adanya Bandara Wiriadinata maka masyarakat di Tasikmalaya dapat mengurangi waktu tempuh jika ingin ke Jakarta.

Pasalnya, untuk bepergian dari Tasik hingga Jakarta, waktu tempuh yang diperlukan yaitu sekitar 7-9 jam.

Baca Juga: Telkom dan Indosat Saling Rangkul Perkuat Eksosistem Internet Exchange, Bidik Potensi RI Jadi Data Center Hub ASEAN

Akan tetapi saat menggunakan Bandara Wiriadinata, maka waktu perjalanannya hanya akan memakan waktu sekitar 50 menit. ***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]