Gelontorkan Rp18,2 M, Proyek Rekonstruksi Jalan Kalimantan Utara Malah Salah Alamat, Masyarakat Ancam Demo?

inNalar.com – Pembangunan jalan umumnya dilakukan untuk mempermudah aksesibilitas dari satu daerah menuju daerah lain.

Akan tetapi, berbeda halnya dengan proyek rekonstruksi jalan yang dialihkan menuju jalan lain.

Kasus yang terjadi di Sebatik, Kalimantan Utara tersebut mengundang ancaman demo dari masyarakat.

Dilansir inNalar.com dari laman kaltara.bpk.go.id, proyek konstruksi jalan diusulkan oleh masyarakat untuk dilaksanakan di jalan Padaelo.

Baca Juga: Telan Dana Rp43,2 Triliun, Indonesia Bangun Pelabuhan Terbesar Saingi Tanjung Priok, Bisa Tebak di Mana?

Lokasi jalan Padaelo diusulkan karena dinilai tak pernah tersentuh pembangunan, membuat rencana ini sudah berlangsung sejak 10 tahun terakhir.

Berbagai upaya dilakukan untuk memperjuangkan perealisasian pembangunan jalan tersebut, namun hasilnya malah memicu amarah masyarakat.

Diduga, pemerintah setempat tidak mengetahui lokasi jalan Padaelo sehingga pembangunan jalan dilaksanakan di jalan Padaidi.

Baca Juga: Punya Nilai Investasi hingga Rp62 T, Proyek Bhimasena Power Indonesia Sudah Beroperasi, Berapa Kapasitasnya?

Proyek konstruksi jalan tersebut telah berjalan menggunakan anggaran sebesar Rp18,242 miliar.

Kekecewaan masyarakat bertambah melihat plang proyek yang bertuliskan konstruksi jalan Padaelo namun dibangun di jalan Padaidi.

Belum diketahui pasti berapa total panjang jalan yang dikerjakan, namun saat masyarakat meninjau lokasi, jalan di Desa Padaidi sudah dilaksanakan sejauh 900 meter.

Baca Juga: Kerja dari Rumah Bisa Hasilkan Puluhan Juta Rupiah? Ini 5 Rekomendasi Situs Freelancer dengan Gaji Lumayan

Diketahui, kontraktor yang bertanggung jawab dalam pembangunan ini adalah PT. Risky Utara Sebatik.

Pengerjaannya sendiri akan dilakukan dengan masa pelaksanaan 240 hari kalender, di mana dimulai sejak 6 April 2023.

Kesalahan pengerjaan ini sudah dilaporkan ke pihak Bupati, dan diduga telah terjadi miss komunikasi sehingga pelaksanaan salah alamat.

Baca Juga: Ironi Lejitkan Ekspor Sawit CPO, Pelabuhan di Kalimantan Barat Senilai Rp14 Triliun Ini Tinggalkan Kisah Pilu

Kesalahan tersebut mengundang amarah warga yang berujung ingin melakukan unjuk rasa atau demo.

Pasalnya, kehadiran jalan Padaelo di Kecamatan Sebatik Timur, Kalimantan Utara, sudah sangat dinantikan selama 10 tahun.

Namun, masyarakat setempat berharap bahwa pembangunan jalan Padaelo dapat tetap terlaksana.

Baca Juga: Mampu Menampung 30.000 Pengunjung, Masjid Al-Jabbar Jadi Masjid Termegah di Indonesia, Tertarik Berkunjung?

Hal ini dikarenakan keberadaan jalan Padaelo sangat dibutuhkan sebagai akses utama ke beberapa daerah, termasuk lokasi TPA.***

 

Rekomendasi