

inNalar.com – Pemerintah Indonesia hingga saat ini masih terus menggenjot pembangunan berbagai infrastuktur di IKN Nusantara.
Diketahui, lokasi dari Ibu Kota baru Indonesia tersebut berada di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Adapun salah satu proyek infrastuktur yang saat ini masih digenjot pembangunannya oleh pemerintah, yakni ‘Landed House’ atau Rumah Tapak Menteri.
Diketahui, pelaksanaan pekerjaan proyek Rumah Tapak Menteri telah dimulai sejak tanggal 7 Desember 202 lalu.
Dimana, kontraktor proyek diberi tenggat waktu penyelesaian selama 550 hari kalender.
Ditargetkan, Rumah Tapak Menteri di IKN Nusantara dapat diselesaikan pekerjaan proyeknya pada bulan Juni 2024 mendatang.
Adapun anggaran pembangunan Rumah Tapak Menteri yang berjumlah 32 unit tersebut adalah senilai Rp520 miliar.
Mengingat anggaran yang dialokasikan untuk proyek sejumlah 32 unit rumah tersebut adalah Rp520 miliar, jadi dapat dikalkulasikan bahwa per unit rumahnya senilai Rp14,4 miliar.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman resmi Kementerian PUPR, pembangunan kontruksi rumah dilaksanakan secara pararel dengan penataan landscape.
Selain itu, pembangunan proyek ini juga disertai dengan penghijauan dan penataan pendestrian bagi pejalan kaki di sekitar lokasi pembangunan.
Tujuannya tentu saja adalah agar kondisi lingkungan tetap terjaga dan nyaman untuk dihuni.
Tidak hanya itu, penataan lingkungan di sekitar Rumah Tapak Menteri IKN Nusantara ini juga akan dilengkapi dengan pemasangan panel surya.
Sehingga, dapat memaksimalkan pemanfaatan energi listrik di unit hunian.
Pembangunan Rumah Tapak Jabatan Menteri terdiri dari 2 tipe rumah yang mengikuti kontur lahan, yakni tipe upslope dan downnlope.
Selain didesain untuk mengikuti kontur lahan, Rumah Tapak Jabatan Menteri di IKN Nusantara juga didesain untuk responsif terhadap iklim dan bencana.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi